Madiun, IDN Times – Istri sah Dwi Bagus Martono (DBM), tersangka kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, menyampaikan pesan kepada keluarga korban. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta mendapatkan keadilan atas tragedi yang menimpa Dini dan anaknya.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan keterangan kepada awak media. Di tengah kasus hukum yang menjerat suaminya, ia mengaku berharap keluarga korban bisa melalui masa sulit ini dan memperoleh keadilan.
"Semoga keluarga korban mendapatkan kekuatan dan bisa mendapatkan keadilan yang seterang-terangnya," ujarnya, Senin (2/11/2026).
Ia juga berharap suaminya berani dan tenang dalam menghadapi proses hukum yang sedang berjalan. Menurutnya, proses penyelidikan diharapkan berlangsung lancar sehingga perkara tersebut dapat terungkap secara menyeluruh.
Selain menyampaikan harapan kepada keluarga korban, istri sah DBM juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran kepolisian yang telah menangani kasus tersebut sejak awal.
Ia mengapresiasi upaya polisi mulai dari menerima laporan orang hilang hingga mengungkap perkara yang kini menjadi perhatian publik tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Polda Jawa Timur yang saat ini menangani kelanjutan proses hukum terhadap suaminya.
"Saya sangat mengapresiasi itu. Dan teman-teman dari Polda Jatim yang saat ini menangani kasus ini, mari kita bersama-sama mempercayakan, memberi kepercayaan penuh terhadap proses yang sedang berlangsung," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, perempuan yang berprofesi sebagai guru tersebut mengaku tidak mengetahui aktivitas suaminya ketika dugaan pembunuhan terjadi.
Ia mengatakan saat itu sedang menjalankan tugas mengajar di sekolah. Jam kerjanya dimulai pukul 07.00 hingga 15.30 WIB.
Menurutnya, rumah yang ditempati bersama DBM juga menjadi lokasi usaha bimbingan belajar miliknya. Kegiatan belajar biasanya berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 20.00 WIB.
Ia mengaku baru mengetahui secara jelas perkara yang menjerat suaminya ketika DBM ditangkap pada 25 Oktober. Informasi lebih lanjut mengenai kasus tersebut diperolehnya melalui kuasa hukum, adiknya, serta pemberitaan media.
Terakhir, ia berharap proses hukum yang sedang berlangsung dapat berjalan lancar dan memberikan kejelasan serta keadilan bagi keluarga korban.