Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ini Fakta Mengejutkan Keracunan Sekeluarga di Kediri
Rumah keluarga keracunan di Kediri dipasang garis polisi. IDN Times/ istimewa

Kediri, IDN Times - Persitiwa keracunan sekeluarga yang terjadi di Desa Manggis, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri mulai terkuak motifnya. Kejadian tersebut diduga kuat merupakan upaya bunuh diri. Dari hasil penyelidikan polisi, mereka menduga kuat kedua orang tua yakni Danang (31) dan Minatun (29) sudah merencanakan aksi tersebut. Tekanan ekonomi akibat banyaknya utang, termasuk pinjaman online (pinjol) diduga menjadi salah satu pemicunya.

1. Minum susu dicampur racun tikus

Ilustrasi air keras. (Istimewa)

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kediri, Ipda Hery Wiyono mengatakan pasangan suami istri tersebut diduga merencanakan aksi bunuh diri bersama kedua anak mereka. Namun, anak pertama yang berusia sekitar 8 tahun berhasil selamat setelah memuntahkan susu yang dicampur racun karena merasakan ada yang aneh pada rasanya. Sayangnya, anak bungsu berusia 2 tahun meninggal dunia setelah meminum racun tersebut.

"Anak pertama sudah dipulangkan karena tidak mengalami gejala serius. Ia hanya sempat meminum sedikit, lalu memuntahkannya. Namun, anak kedua tidak selamat," ujarnya, Minggu (15/12/2024).

2. Barang bukti akan dikirim ke Surabaya

Rumah keluarga keracunan di Kediri dipasang garis polisi. IDN Times/ istimewa

Sejumlah barang bukti telah diamankan, termasuk pakaian, sprei yang terkena muntahan, dan susu yang diduga dicampur racun tikus. Meskipun begitu mereka masih belum menemukan bungkus racun tikus di sekitar lokasi kejadian. Semuanya akan dikirim ke laboratorium forensik di Surabaya untuk diperiksa.

"Kami juga telah mendeteksi penjual racun tikus di sekitar Polsek Ngancar. Berdasarkan keterangan saksi, ibu korban membeli racun tersebut pada Kamis siang," tuturnya.

3. Diduga kuat motif ekonomi menjadi penyebabnya

Polisi mengevakuasi jenazah korban. IDN Times/ istimewa

Berdasar hasil pemeriksaan sejumlah saksi, aksi ini diduga dipicu karena tekanan ekonomi. Pihak keluarga mengungkapkan mereka memiliki banyak hutang, termasuk pinjaman online. Penetapan tersangka baru bisa dilakukan jika ada minimal dua alat bukti yang cukup. Saat ini, pihak kepolisian masih mengandalkan hasil laboratorium forensik untuk memperkuat dugaan tersebut.

"Informasi soal pinjol memang muncul dari keterangan keluarga, tapi kami masih perlu memastikan lebih jauh," pungkasnya.

Sebelumnya sekeluarga di Desa Manggis, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri ditemukan keracunan di dalam rumah pada Jumat (13/12/2024).Peristiwa itu menyebabkan seorang balita meninggal dunia, sementara tiga anggota keluarga lainnya dilarikan ke rumah sakit. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian.

 

Mari bersama cegah perilaku bunuh diri 

Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari 3.000 Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa. Bagi pemegang BPJS, konsultasi kejiwaan di Puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000.

Selain itu, Kemenkes RI juga menyiapkan 5 RS jiwa rujukan yang dilengkapi dengan layanan konseling kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri. RS jiwa tersebut ialah:

RSJ Amino Gondohutomo Semarang, nomor telepon (024) 6722565
RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, nomor telepon (0251) 8324024, 8324025, 8320467
RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, nomor telepon (021) 5682841
RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, nomor telepon (0293) 363601
RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang, nomor telepon (0341) 423444

NGO Indonesia pencegahan bunuh diri:
Jangan Bunuh diri || telp: (021) 9696 9293 || email: janganbunuhdiri@yahoo.com
Organisasi INTO THE LIGHT || message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) || direct message via Twitter: @IntoTheLightID
Kementrian Kesehatan Indonesia || telp: (021) 500454

Editorial Team

Related Article