Imlek Jelang Ramadan, Khofifah Tekankan Harmoni Keberagaman

- Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, ajak masyarakat perkuat toleransi dan persatuan jelang Imlek 2026.
- Khofifah tekankan pentingnya understanding, respect, dan trust dalam membangun masyarakat yang damai dan sejahtera.
- Ia mengaitkan semangat Imlek dengan persiapan menyambut bulan suci Ramadan untuk meningkatkan kualitas diri secara spiritual maupun sosial.
Surabaya, IDN Times - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat toleransi dan menjaga persatuan dalam momentum perayaan Tahun Baru Imlek 2026. Ia menegaskan, harmoni di tengah keberagaman harus terus dirawat, terlebih Jatim dikenal sebagai provinsi multikultur.
Menurut Khofifah, Imlek bukan hanya dirasakan masyarakat Tionghoa, tetapi menjadi refleksi bersama tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai.
“Perbedaan adalah kekuatan. Kita harus terus menumbuhkan sikap toleransi, saling menghormati, dan menghargai agar persatuan dan persaudaraan dalam harmoni keberagaman di Jawa Timur dapat terus terjaga,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Khofifah menekankan pentingnya tiga nilai utama dalam kehidupan sosial, yakni understanding (kesepahaman), respect (saling menghormati), dan trust (saling percaya). Ketiga nilai tersebut dinilai menjadi fondasi membangun masyarakat yang damai dan sejahtera.
Ia menyebut Jatim selama ini memiliki tingkat kerukunan antarumat beragama yang relatif baik. Namun, kondisi tersebut harus terus dijaga melalui dialog, gotong royong, serta penguatan saling pengertian di tengah dinamika sosial.
“Mari kita rawat kebersamaan ini agar Jawa Timur tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua. Dengan saling percaya dan menghormati, kita bisa menghadapi berbagai tantangan dengan lebih kuat,” katanya.
Khofifah juga mengaitkan semangat Imlek dengan persiapan menyambut bulan suci Ramadan yang akan segera tiba. Ia mengajak masyarakat menjadikan momen lintas perayaan keagamaan ini sebagai pengingat untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun sosial.
“Menjelang Ramadan, mari kita perkuat kesalehan sosial di tengah kerukunan umat. Dengan suasana yang penuh saling menghargai, ibadah akan terasa lebih khusyuk dan membawa kedamaian bagi semua,” tuturnya.
Ia menegaskan, menjaga kerukunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh masyarakat. Dengan sikap terbuka dan saling memahami, potensi gesekan sosial dapat diminimalkan dan solidaritas semakin kokoh.
Khofifah optimistis semangat toleransi yang tumbuh dalam berbagai momentum keagamaan akan memperkuat persatuan bangsa serta menciptakan suasana kondusif bagi pembangunan dan kesejahteraan bersama di Jatim.


















