30 Dari 67 Santri Keracunan MBG di Ngawi Masih Dirawat

- Pasien terbanyak dirawat di Puskesmas Padas. Dari total awal 36 pasien, kini tersisa 19 santri yang masih dalam perawatan.
- Di tiga faskes lain, jumlah pasien terus berkurang. Di RSUD dr. Soeroto Ngawi, masih ada 4 pasien yang dirawat dari sebelumnya 9 pasien.
- Area pondok pesantren dipadati para orang tua yang ingin memastikan kondisi anak-anak mereka. Penyebab pasti dugaan keracunan massal masih dalam penyelidikan pihak terkait.
Ngawi, IDN Times – Sebanyak 67 santri dari Pondok Pesantren Al-Hijrah, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mengalami gejala keracunan diduga usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu (14/2/2026) siang. Hingga Minggu (15/2/2026), sebanyak 30 santri masih menjalani perawatan di tiga puskesmas dan satu rumah sakit.
Diberitakan sebelumnya, para santri mengalami gejala mual, muntah, dan pusing beberapa saat setelah mengonsumsi makanan tersebut. Mereka kemudian dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan terdekat.
1. Paling banyak dirawat di Puskesmas Padas

Pasien terbanyak dirawat di Puskesmas Padas. Dari total awal 36 pasien, kini tersisa 19 santri yang masih dalam perawatan.
Kepala Puskesmas Padas, dr. Zain Ratna Priyanto, menyebut kondisi para pasien terus membaik.
“Sebelumnya 36 pasien, kini tinggal 19 dan rencananya 16 akan dipulangkan siang ini. Tiga lainnya masih dilakukan perawatan,” ujarnya.
Tiga santri yang belum diperbolehkan pulang masih mengalami keluhan mual dan pusing sehingga membutuhkan observasi lanjutan.
2. Pasien di tiga faskes lain terus berkurang

Di Puskesmas Kasreman, jumlah pasien kini tinggal 4 orang dari sebelumnya 12 pasien. Sementara di Puskesmas Ngawi Purba, tersisa 3 pasien dari total awal 10 orang.
Sementara itu di RSUD dr. Soeroto Ngawi, saat ini masih ada 4 pasien yang dirawat dari sebelumnya 9 pasien. Secara umum, kondisi para santri dilaporkan stabil dan menunjukkan perbaikan signifikan.
3. Orang tua padati ponpes

Sejak pagi hingga siang hari, area pondok pesantren dipadati para orang tua yang ingin memastikan kondisi anak-anak mereka. Namun, wartawan tidak diperkenankan masuk ke area dalam ponpes.
Salah satu wali santri, Tutik, mengaku bersyukur anaknya sudah diperbolehkan pulang. “Akan saya bawa pulang karena sudah sembuh. Nggak tahu kepastian penyebabnya makan apa, yang penting anak saya sudah sembuh,” katanya.
Sementara itu, lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangtengah Prandon yang menyalurkan MBG ke ponpes tersebut tampak sepi aktivitas.
Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut masih dalam penyelidikan pihak terkait. Meski begitu, mayoritas santri sudah membaik dan diperkirakan seluruh pasien segera dipulangkan dalam waktu dekat..


















