Kebun Binatang Surabaya Catat Kenaikan Pengunjung Hingga 10 Persen

- Kenaikan jumlah pengunjung Kebun Binatang Surabaya mencapai 5-10% dari 2024 ke 2025.
- Total pengunjung KBS meningkat dari 1.994.000 orang pada 2024 menjadi sekitar 2.101.000 pengunjung pada 2025.
- PDTS KBS melakukan pengembangan wahana dan koleksi satwa, termasuk peningkatan populasi kapibara dan rencana pelepasliaran komodo ke habitat aslinya di NTT.
Surabaya, IDN Times - Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) mencatat peningkatan jumlah pengunjung dalam dua tahun terakhir. Tren kunjungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya tersebut menunjukkan pertumbuhan positif jika dibandingkan antara tahun 2024 hingga akhir 2025.
Direktur Operasional PDTS KBS, Nurika Widyasanti mengatakan, kenaikan jumlah pengunjung di KBS dari 2024 ke 2025 mencapai 5-10 persen dari.
"Apabila dikomparasikan di tahun 2024 sampai akhir tahun 2025, kami memang mengalami peningkatan pengunjung kurang lebih 5-10 persen," ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Pada tahun 2024, total pengunjung Kebun Binatang Surabaya (KBS) tercatat sekitar 1.994.000 orang. Jumlah tersebut meningkat pada tahun 2025 menjadi sekitar 2.101.000 pengunjung, atau bertambah lebih dari 100 ribu orang dalam setahun.
Selain peningkatan jumlah pengunjung, Nurika menyampaikan bahwa PDTS KBS juga terus melakukan pengembangan wahana dan koleksi satwa sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan dan daya tarik wisata.
"Saat ini wahana terbaru kami ada gokart dan kereta hutan. Kalau untuk satwa, penambahannya terakhir ini ada beberapa kelahiran jenis satwa, di antaranya kapibara yang memang secara perkembangan juga termasuk cepat," jelas Nurika.
Ia mengungkapkan, populasi kapibara di Kebun Binatang Surabaya mengalami peningkatan signifikan dalam waktu relatif singkat. Dari yang awalnya hanya sepasang, jumlahnya kini berkembang pesat.
"Saat ini sudah berjumlah kurang lebih ada delapan. Percepatannya seperti itu, nah ini juga kami mengupayakan paling tidak perkembangbiakan untuk satwa jenis lainnya, sehingga ke depannya regenerasi satwa ini terus berputar," ujarnya.
Dalam aspek konservasi, PDTS KBS juga tengah menyiapkan rencana pelepasliaran atau restocking komodo ke habitat aslinya. Rencana tersebut menyasar wilayah alami komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kebetulan saat ini komodo. Kami ada beberapa yang memang rencana kami usulkan untuk di-restocking ke habitatnya, entah itu di Pulau Komodo atau Pulau Flores," kata Nurika.

















