Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sidak Pasar, Khofifah Soroti Lonjakan Cabai dan Telur

IMG-20260215-WA0044.jpg
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat sidak pasar di Surabaya. Dok. Pemprov Jatim.
Intinya sih...
  • Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, melakukan sidak pasar untuk memastikan stok aman menjelang Ramadan.
  • Kenaikan harga terjadi pada cabai rawit merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras di Pasar Tambahrejo Surabaya.
  • Khofifah juga memberi perhatian pada ketersediaan minyak goreng bersubsidi MinyaKita agar distribusinya di pasar tradisional dapat ditingkatkan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Tambahrejo, Surabaya, Minggu (15/2/2026) pagi. Langkah ini dilakukan menjelang Bulan Suci Ramadhan untuk memastikan stok aman serta menjaga stabilitas harga di tengah peningkatan konsumsi masyarakat.

“Biasanya menjelang Ramadhan ada kebutuhan yang disiapkan keluarga untuk 2–3 hari pertama. Ketika permintaan meningkat sementara suplai standar, maka ada kecenderungan beberapa item mengalami kenaikan,” ujar Khofifah.

Berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, terutama cabai rawit merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Per Minggu (15/2), harga daging ayam ras tercatat sekitar Rp40 ribu per kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Telur ayam ras dijual Rp32.000 per kilogram, sedikit di atas HET Rp30.000. Sementara cabai rawit merah mencapai Rp85.000 per kilogram, melampaui kisaran HET Rp40.000–Rp57.000 per kilogram.

“Yang paling dirasakan adalah cabai rawit, daging ayam dan telur ayam. Sementara daging sapi di Pasar Tambahrejo ini masih stabil di harga Rp120.000 per kilogram untuk kualitas terbaik. Gula naik sekitar Rp500 sampai Rp800,” ungkapnya.

Adapun komoditas lain relatif stabil, seperti beras premium di kisaran Rp16.500 per kilogram, beras SPHP Rp12.200 per kilogram, serta gula pasir sekitar Rp17.000 per kilogram.

Khofifah juga memberi perhatian pada ketersediaan minyak goreng bersubsidi MinyaKita agar distribusinya di pasar tradisional dapat ditingkatkan. Menurutnya, intervensi distribusi dan penambahan suplai menjadi langkah strategis untuk menahan gejolak harga dalam jangka pendek.

Ia menambahkan, momentum tradisi Megengan yang berlangsung menjelang Ramadhan turut memicu peningkatan pembelian. Namun secara historis, harga cenderung kembali stabil setelah memasuki awal puasa.

“Apalagi hari ini momen Megengan, jadi memang ada yang menyetok untuk beberapa hari ke depan. Tapi biasanya di awal Ramadhan harga kembali normal,” tuturnya.

Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, akan terus melakukan langkah stabilisasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga terjangkau. “Mudah-mudahan stabilisasi harga bisa segera dilakukan dengan suplai yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Nyalip, Pemotor di Ngawi Tewas Hantam Truk Muatan 10 Ton Tebu

15 Feb 2026, 19:56 WIBNews