Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hutan Pinus Gunung Lawu Magetan Terbakar, Api Merembet ke Arah Ngawi
Hutan pinus di lereng Gunung Lawu, masuk Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, terbakar. IDN Times/Riyanto.
  • Kebakaran hutan pinus di lereng Gunung Lawu, Desa Jabung, Magetan, terjadi Senin pagi dan telah melahap lebih dari dua hektare di Petak 50 A1.
  • Puluhan petugas gabungan TNI-Polri, Perhutani, BPBD, dan masyarakat dikerahkan, tetapi membutuhkan lebih dari satu jam berjalan kaki melewati medan terjal untuk mencapai lokasi.
  • Angin kencang mendorong api merembet ke arah hutan wilayah Ngawi; hingga Senin siang, petugas masih membuat sekat bakar dan menghadapi risiko pohon tumbang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Magetan, IDN Times – Kebakaran melanda kawasan hutan pinus di lereng Gunung Lawu, tepatnya di wilayah Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin (14/9/2026) pagi. Kobaran api dengan cepat meluas hingga membakar lebih dari dua hektare kawasan hutan.

Dari permukiman warga, asap putih terlihat membumbung tinggi dari lereng Gunung Lawu. Puluhan petugas gabungan dari TNI-Polri, Perhutani, BPBD Magetan, serta unsur masyarakat langsung dikerahkan untuk menuju titik kebakaran.

Namun, upaya pemadaman tidak mudah. Petugas membutuhkan waktu lebih dari satu jam dengan berjalan kaki dari Desa Jabung untuk mencapai lokasi kebakaran karena medan yang terjal dan sulit dilalui kendaraan.

1. Lebih dari 2 hektare hutan pinus terbakar

Hutan pinus di lereng Gunung Lawu, masuk Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, terbakar. IDN Times/Riyanto.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati api telah membakar lebih dari dua hektare hutan pinus di Petak 50 A1, masuk wilayah RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan.

Kondisi di lokasi cukup berbahaya. Sejumlah pohon pinus yang telah terbakar tumbang di sekitar petugas saat proses pemadaman berlangsung.

Petugas menggunakan peralatan manual seadanya untuk berusaha mengendalikan kobaran api. Mereka juga membuat ilaran atau sekat bakar sebagai upaya menghentikan penjalaran api.

“Petugas dibantu elemen masyarakat berusaha memadamkan api dan membuat ilaran. Namun api semakin membesar mengarah ke wilayah Ngawi. Sudah lebih dari dua hektare yang terbakar,” ujar Purwanto, petugas BPBD Kabupaten Magetan.

2. Angin kencang bikin api sulit dikendalikan

Hutan pinus di lereng Gunung Lawu, masuk Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, terbakar. IDN Times/Riyanto.

Kondisi semakin sulit karena angin bertiup cukup kencang di kawasan lereng Gunung Lawu. Api yang sebelumnya berada di wilayah hutan Magetan terus bergerak menuju kawasan hutan yang masuk wilayah Kabupaten Ngawi.

Petugas harus berpacu dengan waktu untuk membuat sekat bakar sebelum api semakin meluas.

Kapolsek Panekan AKP Mahfud Sidiq mengatakan, personel gabungan langsung dikerahkan setelah menerima informasi adanya titik api di lereng Gunung Lawu.

“Kita melihat titik api, kita kerahkan petugas gabungan menuju lokasi. Berjalan satu jam lebih sampai sini, api sudah membakar tanaman pinus dan merembet masuk ke wilayah Ngawi,” katanya.

3. Medan curam jadi tantangan pemadaman

Hutan pinus di lereng Gunung Lawu, masuk Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, terbakar. IDN Times/Riyanto.

Selain angin kencang, medan lereng Gunung Lawu yang curam menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Petugas tidak bisa dengan mudah membawa peralatan pemadam menuju titik api.

Hingga Senin siang, kobaran api masih belum sepenuhnya terkendali. Petugas terus berupaya memperlambat penjalaran api dengan membuat ilaran di sejumlah titik yang dinilai menjadi jalur pergerakan api.

Kondisi tersebut membuat petugas harus ekstra waspada. Selain menghadapi kobaran api, mereka juga berhadapan dengan risiko pohon pinus yang sewaktu-waktu dapat tumbang setelah terbakar.

Petugas gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman dan mengantisipasi agar kebakaran tidak semakin meluas ke kawasan hutan di wilayah Ngawi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article