Gunung Lawu Terbakar, 1 Hektare Hutan Ludes Diduga Gegara Buka Lahan

- Kebakaran hutan terjadi di Petak 72 D, RPH Sarangan, Gunung Lawu, Magetan, Sabtu siang, menghanguskan sekitar satu hektare vegetasi.
- Api membakar tanaman kaleptus, pinus, dan cemara; penyebabnya diduga terkait pembukaan atau penggarapan lahan di kawasan KHDPK.
- Tim gabungan TNI-Polri, Perhutani, dan BPBD Magetan memadamkan api dalam sekitar dua jam, lalu menelusuri penggarap lahan yang diduga terlibat.
Magetan, IDN Times – Kebakaran melanda kawasan hutan di Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (5/9/2026) siang. Api dengan cepat membakar vegetasi hutan hingga menghanguskan sekitar satu hektare lahan.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di Petak 72 D, RPH Sarangan, BKPH Lawu Selatan, masuk wilayah Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan. Lokasi tersebut berada tepat di depan Lawu Green Forest (LGF) Magetan.
Kobaran api terlihat melalap sejumlah tanaman yang berada di kawasan hutan. Tanaman kayu seperti kaleptus, pinus, dan cemara ikut terbakar.
Petugas Perhutani pertama kali mengetahui kejadian tersebut saat melihat kepulan asap ketika melakukan patroli di kawasan hutan. Tim gabungan kemudian dikerahkan ke titik kebakaran.
Asper BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, mengatakan petugas langsung bergerak setelah melihat kepulan asap.
"Awalnya saya melihat kepulan asap muncul di kawasan hutan. Penyebabnya diduga dari penggarapan lahan. Luasan yang terbakar sekitar satu hektare," ujar Mulyadi.
Petugas gabungan dari TNI-Polri, Perhutani, dan BPBD Magetan langsung melakukan pemadaman. Dengan peralatan yang tersedia, mereka berupaya menghentikan kobaran api agar tidak meluas ke kawasan hutan lainnya.
Setelah sekitar dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang masih menyala.
Kebakaran tersebut diduga dipicu aktivitas pembukaan atau penggarapan lahan di kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK). Api yang digunakan untuk membuka lahan diduga kemudian merembet dan membakar vegetasi hutan di sekitarnya.
Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan penelusuran untuk mencari penggarap lahan yang diduga berkaitan dengan kebakaran tersebut.
Petugas mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan metode pembakaran untuk membuka lahan karena api dapat dengan mudah merembet dan memicu kebakaran hutan, terlebih saat kondisi kawasan relatif kering.

















