Ngawi, IDN Times – Hujan yang sempat turun di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur belum cukup untuk mengakhiri krisis air bersih. Hingga Rabu (4/11/2026), sebanyak 1.789 jiwa yang tersebar di 23 desa pada tujuh kecamatan masih terdampak kekeringan. Bahkan, sumur-sumur warga dilaporkan belum kembali terisi meski hujan sudah dua kali mengguyur.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Ngawi, Partoyo, mengatakan krisis air bersih masih berlangsung akibat kemarau berkepanjangan. Kondisi tersebut membuat warga tetap bergantung pada distribusi bantuan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Meski sejumlah wilayah sudah hujan, krisis air bersih di Ngawi masih berlangsung. Hujan sudah dua kali, tetapi sumur warga masih mengering," ujarnya.
BPBD Ngawi mencatat, sebanyak 1.789 jiwa di 23 desa masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Karanganyar, Pitu, Ngawi, Bringin, Kasreman, Padas, dan Karangjati. Untuk membantu warga, BPBD menyalurkan sekitar 32 ribu liter air bersih setiap hari ke sejumlah wilayah terdampak.