Malang, IDN Times - Demo RUU TNI di Kantor DPRD Kota Malang pada Minggu (23/3/2025) berakhir ricuh. Aparat TNI/Polri berseragam lengkap membawa senjata dan tameng membubarkan paksa massa aksi. Dilaporkan puluhan orang terluka hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Horornya Demo UU TNI di Malang, Gigi Pedemo Rontok hingga Rahang Retak

1. LBH Pos Malang ceritakan ada demonstran yang giginya rontok hingga rahangnya retak
Koordinator LBH Pos Malang, Daniel Siagian menyampaikan jika ada puluhan korban dalam aksi demo yang berakhir ricuh ini. Para demonstran mendapatkan kekerasan dari aparat TNI/Polri. Salah satunya adalah mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) bernama Noval Helmi yang mengalami luka parah.
"Ada satu korban luka parah atas nama Noval Helmi yang kini dirawat di RS UB. Beberapa gigi depannya rontok dan tulang rahangnya retak karena dipukul dengan benda keras," terangnya saat dikonfirmasi pada Senin (24/3/2025).
Noval juga hampir jadi demonstran yang ditangkap oleh aparat, untungnya ia berhasil dilindungi oleh kawan-kawannya meskipun mendapatkan luka berat. Ia kemudian dilarikan ke RS UB untuk mendapatkan perawatan intensif.
2. LBH Pos Malang juga menerima laporan kalau posko medis juga diserang aparat
Tidak hanya membubarkan aksi demo, Daniel membeberkan jika aparat juga merusak posko medis yang ada di Jalan Kertanegara, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Padahal lokasi posko medis ini cukup jauh dari titik demo, kira-kira jaraknya sekitar 200 meter dari titik demo.
"Kami juga konfirmasi ke teman-teman medis jalanan, kebetulan ada satu yang ditahan itu dari tenaga medis jalanan atas nama Alfaizi Nur Rizki. Memang posko medis ikut diserang, tidak hanya diserang pihak kepolisian, tapi juga TNI sekitar pukul 18.45 WIB," ungkapnya.
3. Ada pelecehan verbal hingga ancaman pembunuhan pada tenaga medis
Daniel juga mengungkapkan jika aparat TNI/Polri juga diduga melakukan pelecehan seksual secara verbal kepada tenaga medis perempuan yang tengah bertugas saat demo. Tidak hanya pelecehan verbal, ada juga ancaman pembunuhan saat kejadian.
"Ada intimidasi secara verbal yang mengarah pada dugaan pelecehan seksual, kemudian makian yang bersifat ancaman pembunuhan seperti 'koen tak pateni,' narasinya berupa ancaman pembunuhan pada tenaga medis yang tidak terlibat demo. Barang-barang medis di Posko Medis Jalan Kertanegara ini dirampas kemudian dirusak. Mereka menyelamatkan diri saat posko mereka dirusak," pungkasnya.