HIV/AIDS di Malang Meningkat, Homo Seksual Penyumbang Terbanyak

Malang, IDN Times - Dinas Kesehatan Kota Malang memiliki Pekerjaan Rumah (PR) dalam penanganan kasus penyebaran HIV/AIDS di Kota Malang. Pasalnya, kini tercatat ada 1.756 orang pengidap HIV/AIDS per akhir 2022. Sepanjang 2022 tercatat ada 481 orang pengidap baru, jumlah ini meningkat jika dibandingkan pada 2021 yang tercatat ada 329 orang pengidap baru.
Lalu dari 481 orang pengidap HIV/AIDS baru pada 2022, 168 adalah pria. Kemudian ada fakta baru yang mengejutkan, Dinas Kesehatan Kota Malang menyebutkan jika seks sesama jenis jadi penyumbang HIV/AIDS terbanyak di Kota Malang.
1. Kelompok homoseksual jadi penyumbang HIV/AIDS terbanyak

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Malang, Meifta Eti Winindar mengatakan kalau dari 481 kasus baru HIV/AIDS di Kota Malang, 168 orang adalah pria penyuka sesama jenis. Artinya 34,9 persen adalah mereka yang merupakan pasangan gay.
"Di Kota Malang, kelompok yang paling banyak terpapar HIV/AIDS pada 2022 adalah laki-laki suka laki-laki (gay). Tercatat ada 168 orang dari total 481 kasus baru HIV/AIDS pada 2022," terangnya saat dikonfirmasi pada Senin (13/03/2023).
Oleh karena itu, ia mengingatkan agar pasangan gay yang melakukan seks beresiko agar memakai pengaman. Kemudian juga rutin melakukan cek kesehatan. Kemudian mereka yang sudah terpapar HIV/AIDS agar tidak putus minum obat.
2. Ada faktor lain penyebab meningkatnya HIV/AIDS di Kota Malang

Selain itu, ada kelompok-kelompok lain yang menyebabkan jumlah penyebaran HIV/AIDS meningkatkan di kota pendidikan ini. Yaitu mereka yang menggunakan narkoba dengan jarum suntik bergantian.
"Kemudian mereka yang menjadi pekerja seks komersial, heteroseksual, homoseksual. Terutama mereka yang sering ganti-ganti pasangan seksual hingga waria," ujarnya.
Penggunaan jarum suntik bergantian sampai seks bebas juga memiliki resiko tinggi penularan HIV/AIDS. Perlu adanya kesadaran terhadap perilaku masyarakat yang seperti ini.
3. Dinkes memberikan perhatian pada komunitas gay di Malang

Dinas Kesehatan Kota Malang tengah melakukan berbagai cara menekan penyebaran HIV/AIDS di Kota Malang. Salah satunya dengan menggandeng komunitas gay di Kota Malang untuk dilakukan sosialisasi.
"Kita melakukan pendekatan-pendekatan dengan kelompok LGBTQ di Kota Malang. Seperti Ikatan Gay Malang (Igama), Paramitra, Sadar Hati, sampai Waria Malang Raya Peduli HIV/AIDS," bebernya.
Kemudian ada juga usaha penekanan HIV/AIDS dengan peningkatan pemeriksaan dan edukasi. Salah satunya dengan mobile klinik yang langsu mendatangi hot spot atau populasi kunci untuk melakukan pemeriksaan HIV/AIDS.
Kemudian yang paling utama adalah sosialisasi dan edukasi kepada anak-anak muda atau remaja di lingkungan sekolah. "Kita melakukan sosialisasi pada siswa SMP dan SMA tentang cara pencegahan HIV/AIDS pada program Unit Kesehatan Sekolah (UKS)," pungkasnya.



















