Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Viral Harga Seragam Mahal, Ini Penjelasan Pihak Sekolah di Tulungagung
Foto kwitansi pembelian seragam di SMAN 1 Kedungwaru yang viral. IDN Times/ istimewa

Tulungagung, IDN Times - Foto kwitansi pembelian kain seragam di SMAN 1 Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung viral di media sosial. Dalam foto tersebut tercantum nominal harga kain seragam siswa baru, yang total mencapai Rp2.360.000. Selain kain, aksesoris sekolah seperti jilbab, tas dan ikat pinggang juga tercantum dalam kwitansi tersebut. Mahalnya harga seragam dan atribut ini banyak dikomentari oleh netizen. Mereka menilai besaran harga yang tercantum tidak masuk akal.

1. Tidak wajibkan beli di sekolah

Aktivitas siswa SMKN 1 Kedungwaru. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Humas SMAN 1 Kedungwaru, Agung Cahyadi mengatakan mereka tidak mewajibkan orang tua dan wali murid untuk membeli kebutuhan seragam dan atribut di sekolah. Pihak sekolah membebaskan wali murid untuk membeli kebutuhan seragam di tempat lain. Dengan catatan warnanya harus sama. "Kalaupun ada perbedaan warna sedikit kami juga masih mentolerirnya," ujarnya, Sabtu (22/07/2023).

2. Siswa bisa kenakan seragam milik kakak atau saudaranya

Aktivitas siswa SMKN 1 Kedungwaru. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Pihak sekolah melalui koperasi selama ini hanya sebatas memfasilitasi siswa baru untuk mempermudah dalam mendapatkan paket seragam. Tidak semuanya harus dibeli di koperasi tersebut. Mereka dapat memilih item mana saja yang dibeli. Siswa juga bisa mengenakan seragam milik kakak atau saudaranya yang dulu pernah sekolah di SMAN 1 Kedungwaru. "Siswa dan wali murid bisa memilih, mungkin hanya beli satu jenis bisa, atau tidak membeli di sekolah juga boleh," tuturnya.

3. Jika merasa mahal dipersilakan membeli di tempat lain

Aktivitas siswa SMKN 1 Kedungwaru. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Saat disinggung mengenai mahalnya harga seragam tersebut, Agung tidak bisa memberikan komentar. Menurutnya mahal atau tidaknya harga seragam bersifat relatif. Jika orang tua merasa keberatan dengan nominal harga mereka dapat membeli di toko lain. Hal tersebut juga tidak dipermasalahkan oleh pihak sekolah. "Sekali lagi tidak ada paksaan, jika merasa keberatan bisa membeli di tempat lain," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article