Surabaya, IDN Times – Pemprov Jawa Timur (Jatim) bergerak cepat merespons gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 7 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jatim dikirim ke lokasi bencana untuk membantu pencarian dan pertolongan korban.
Ketujuh personel tersebut diberangkatkan sebagai bagian dari Tim Advance BPBD Jatim. Mereka memiliki spesifikasi dalam operasi pencarian dan pertolongan serta akan bergabung dengan unsur penanganan bencana di wilayah terdampak.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan, pengiriman personel merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat NTT yang terdampak gempa.
"Sebagaimana arahan Ibu Gubernur, sebagai sikap Jawa Timur atas kejadian gempa yang menimpa saudara kita di NTT, kita akan memberangkatkan 7 orang ke lokasi kejadian, dengan spesifikasi pencarian pertolongan," ujarnya, Senin (17/8/2026).
Selain menjalankan misi pencarian dan pertolongan, tim BPBD Jatim juga akan melakukan assessment kebutuhan mendesak di lapangan. Hasil assessment tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan dukungan lanjutan yang diperlukan masyarakat terdampak.
Tim juga dibekali perangkat komunikasi dan dukungan jaringan untuk mengantisipasi gangguan komunikasi di wilayah terdampak. Peralatan tersebut diharapkan memperlancar koordinasi antara tim di lapangan dengan posko penanganan bencana.
"Kami juga telah berkoordinasi dengan anggota Mitra Praja Utama (MPU) yang berjumlah 9 provinsi untuk membantu penanganan dampak gempa yang terjadi di sana," katanya.
Diketahui, gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 04.58 WIB. Episentrum gempa berada sekitar 37 kilometer sebelah utara Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.
Berdasarkan data BMKG hingga Sabtu pukul 23.00 WIB, gempa tersebut diikuti 512 kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2 dan terkecil 1,9.
