Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gegara Suami Selingkuh, Perempuan Bojonegoro Robohkan Rumahnya
Aksi perobohan rumah milik perempuan di Bojonegoro. (Dok. Istimewa)
  • Seorang perempuan bernama Ngatiatul Kholafiyah asal Bojonegoro merobohkan rumahnya di Desa Tlogoagung menggunakan alat berat akibat masalah rumah tangga dengan suaminya.
  • Rumah tersebut dibangun dari hasil kerja keras Ngatiatul sebagai TKW di Hongkong, namun ia kecewa setelah mengetahui sang suami, Purnomo, berselingkuh.
  • Pihak kepolisian membenarkan perobohan dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak setelah berbagai upaya penyelesaian tidak menemukan titik terang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bojonegoo, IDN Times - Perempuan asal Bojonegoro nekat merobohkan rumah yang berada di Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, dirobohkan menggunakan alat berat pada senin (6/7/2026). Aksi ini dipicu masalah rumah tangga.

Rumah itu dirobohkan menggunakan alat berat ekskavator. Proses perobohan rumah pun disaksikan oleh warga setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun IDN Times, rumah tersebut merupakan milik seorang perempuan bernama Ngatiatul Kholafiyah (48) asal Desa Bendorejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek. Selama ini, dia bekerja di Hongkong sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW).

Rumah itu dibangun dari jerih payah Ngatiatul. Diketahui perempuan tersebut rutin mengirim uang kepada sang suami, Purnomo (35) untuk membangun rumah.

Sayangnya, saat Ngatiatul pulang ke Bojonegoro, dia mendapat kabar bahwa suaminya ternyata selingkuh. Ngatiatul pun merasa kecewa.

Diduga perobohan rumah itu adalah bentuk kekecewaan Ngatiatul kepada suaminya. Terlebih, selama ini rumah berdiri atas jerih payah Ngatiatul.

Kapolsek Kedungadem, Bojonegoro, AKP Matsuiswanto membenarkan aksi perobohan rumah yang dilakukan Ngatiatul ini. Ia menyebut bahwa perobohan dilakukan atas dasar kesepakatan dua belah pihak.

"Adanya pembongkaran rumah dengan menggunakan alat berat di Desa Tlogoagung terkait permasalahan runah tangga," ujar Matsuiswanto.

Atas masalah tersebut, berbagai upaya telah dilakukan. Tetapi, tak kunjung menemukan titik terang. Sehingga, keduanya pun sepakat untuk merobohkan rumah.

"Pada intinya, pasangan suami istri ini sudah sepakat untuk merobohkan rumah mereka," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article