Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fakta-fakta MinyaKita di Magetan Masih Mahal
Aktivitas jual beli di pasar sayur Magetan. IDN Times/Riyanto.
  • MinyaKita di pasar tradisional Magetan kini tersedia rutin 18 ribu liter per minggu, tapi harganya masih jauh di atas HET Rp15.700 per liter.
  • Pedagang menjual MinyaKita sekitar Rp21 ribu per liter karena harga dari distributor sudah tinggi, membuat pembeli beralih ke minyak non subsidi.
  • Bulog mengancam akan memberi sanksi hingga blacklist bagi pedagang mitra yang tetap menjual MinyaKita di atas HET yang telah ditetapkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Magetan, IDN Times – Ketersediaan MinyaKita di pasar tradisional Magetan kini tak lagi menjadi persoalan. Perum Bulog rutin menyalurkan hingga 18 ribu liter setiap pekan. Namun, harga minyak goreng bersubsidi itu masih jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Berikut tiga faktanya.

1. MinyaKita dijual Rp21 ribu per liter, pembeli beralih ke minyak non subsidi

Bulog Ponorogo distribusikan 9000 litter Minyakita ke pedagang Pasar Sayur Magetan. IDN Times/Riyanto.

Pantauan di Pasar Sayur Magetan, Rabu (8/7/2026), MinyaKita masih dijual Rp21 ribu per liter. Harga tersebut lebih tinggi Rp5.300 dibanding HET sebesar Rp15.700 per liter.

Kondisi ini membuat banyak konsumen memilih minyak goreng non subsidi seperti Fortune dan Sunco yang dijual sekitar Rp22 ribu per liter. Dengan selisih hanya sekitar Rp1.000, pembeli menilai minyak non subsidi lebih layak dipilih.

2. Pedagang mengaku harga dari distributor sudah Rp20.500 per liter

Aktivitas jual beli di pasar sayur Magetan. IDN Times/Riyanto.

Para pedagang menyebut tingginya harga jual bukan semata untuk mencari keuntungan. Mereka mengaku memperoleh MinyaKita dari sales dengan harga Rp20.500 per liter sehingga tidak mungkin menjual sesuai HET.

"Kalau kami jual sesuai HET justru rugi. Pembeli sekarang juga lebih memilih minyak non subsidi karena selisih harganya sangat tipis," ujar Helmi, salah seorang pedagang.

Pedagang lain, Nanik, mengatakan MinyaKita dulu menjadi pilihan utama masyarakat ketika masih dijual sesuai HET. Kini, minat pembeli mulai bergeser karena harga hampir sama dengan minyak goreng non subsidi.

3. Bulog ancam blacklist pedagang yang menjual di atas HET

Bulog Ponorogo distribusikan 9000 litter Minyakita ke pedagang Pasar Sayur Magetan. IDN Times/Riyanto.

Sebelumnya diberitakan, Pimpinan Cabang Perum Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, mengatakan Bulog mendistribusikan MinyaKita ke Pasar Sayur Magetan sebanyak dua kali dalam sepekan. Setiap pengiriman mencapai 9 ribu liter atau total 18 ribu liter untuk sekitar 15 pedagang.

Bulog berharap masyarakat dapat membeli MinyaKita sesuai HET. Jika ditemukan mitra yang menjual di atas ketentuan, sanksi tegas akan diberikan, mulai dari teguran hingga pencabutan status sebagai pengecer atau mitra resmi Bulog.

Curated For You

Editorial Team

Related Article