Surabaya, IDN Times - Latita Hanif (39) seorang dosen asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan terpaksa harus naik pesawat menuju Surabaya untuk kemudian melanjutkan perjalanan naik kereta menuju Jakarta, Senin (7/9/2026). Perjalanan yang seharusnya ia tempuh dalam beberapa jam itu kini menjadi berhari-hari imbas pembatalan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (Gak).
Lalita yang sedang menjalankan proses perkuliahan S3 du Institut Pertanian Bogor (IPB) mengharuskannya untuk bolak balik Banjarmangu-Bogor. Kebutuhan bertemu dosen itu membuatnya harus rela berangkat meski ada erupsi.
"Iya kebetulan tinggal disertasi jadi kemarin itu terakhir udah turun lapang mau balik konsultasi ceritanya dan ada kegiatan di kampus nah ternyata akhirnya situasinya dadakan dan enggak bisa ditunda," ujarnya ditemui di Stasiun Surabaya Gubeng.
Sebetulnya, Lalita berencana naik pesawat dari Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor, Banjarmasin menuju ke Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tanggerang. Dikarenakan banyak penerbangan yang dibatalkan, ia pun memilih untuk menunda keberangkatan.
"Aslinya mau pakai pesawat kan langsung ke CGK gitu kan seperti biasa tinggal nge-bis gitu nyampe ke Bogor simpel ternyata kayak gini ya udah dan enggak bisa ditunggu kan status di Bandara CGK-nya enggak tahu sampai kapan bisa dibuka juga gitu," ucapnya.
Lalita kemudian memilih perjalanan dari Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin pada Minggu (6/9/2026) ke Bandara Internasional Juanda. Kemudian ia melanjutkan perjalanan menggunakan jalur darat naik kereta api dari Stasiun Surabaya Gubeng menuju Jakarta, lalu ke Bogor.
"(Penerbangan) dari Banjarmasin (ke Tanggerang) kebetulan yang kemarin itu cancel semua. Maksudnya saya mau memutuskan buat refund, terus saya beli tiket lagi eh dapat untuk ke Surabaya jam 18.35 WITA tadi malam akhirnya," ungkap dia.
Tiba di Surabaya, Lalita sudah mencoba mencari tiket kereta dari Surabaya PasarTuri ke Jakarta. Tetapi tiket tersebut sudah habis. Ia terpaksa harus menginap sehari di Surabaya untuk menyesuaikan jadwal keberangkatan kereta.
"Saya menginap, di hotel tadi malam selah sudah nyoba ke Stasiun Pasarturi enggak dapat, enggak dapat tiket ya udah habis katanya tapi nyoba-nyoba di akses KA ternyata dapat yang siang ini," pungkas dia.
Seperti diketahui, sejumlah penerbangan dari beberapa bandara di Indonesia mengalami pembatalan. Kondisi tersebut imbas dari adanya erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (7/9/2026).
