Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Eri Cahyadi Minta Orang Tua Awasi Anak Usai Kasus Perundungan Brujung Maut
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau orang tua memperketat pengawasan, kedekatan, dan komunikasi dengan anak setelah kasus perundungan terhadap Z, anak down syndrome berusia 10 tahun yang meninggal.

  • Eri menekankan pendidikan anak dimulai dari keluarga; orang tua diminta tidak hanya memenuhi kebutuhan harian, tetapi juga memberi perhatian, arahan, teladan, dan ruang bercerita.

  • Pemkot Surabaya mendampingi keluarga korban serta berkoordinasi dengan kepolisian terkait anak terduga pelaku yang berusia di bawah 12 tahun, sambil menunggu pemeriksaan psikologis dan tindak lanjut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Warga Surabaya diminta untuk belajar dari kasus perundungan terhadap anak down syndrome berinsial Z (10) hingga meninggal dunia. Orang tua diimbau melakukan pengawasan lebih terhadap anak-anaknya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi dan mendidik anak. Ia meminta peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bersama agar hubungan dan komunikasi antara orang tua dengan anak semakin erat.

Ia mengajak para orang tua untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai pengingat tentang pentingnya membangun kedekatan dengan anak. Menurutnya, komunikasi dalam keluarga menjadi salah satu hal mendasar untuk memahami perkembangan, pergaulan, serta persoalan yang dihadapi anak sehari-hari.

“Kalau kita ingin membangun kota dan negara, semuanya harus dimulai dari keluarga. Orang tua harus dekat dengan anaknya, tahu bagaimana kesehariannya, mendengarkan ceritanya, dan memberikan pendidikan yang baik. Jangan sampai komunikasi dengan anak justru semakin jauh,” ujarnya.

Ia Eri menilai, pendampingan orang tua tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Anak juga membutuhkan perhatian, arahan, dan ruang untuk bercerita agar orang tua dapat memahami perubahan perilaku maupun persoalan yang mungkin dihadapi.

“Ini menjadi pembelajaran bagi saya pribadi dan seluruh orang tua. Mari kita lebih mendekatkan diri kepada anak-anak kita. Pendidikan pertama dimulai dari keluarga, dari bagaimana kita membangun komunikasi, memberikan contoh, dan menanamkan nilai-nilai yang baik,” jelasnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban maupun melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian terkait anak yang diduga terlibat. Proses pemeriksaan terhadap anak tersebut masih berjalan untuk memastikan kondisi dan kebutuhan penanganannya.

“Pendampingan tetap kami lakukan, dan kami juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian agar proses ini bisa ditindaklanjuti sesuai hasil pemeriksaan. Karena yang bersangkutan masih berusia di bawah 12 tahun, perlu dipastikan terlebih dahulu kondisi psikologisnya melalui pemeriksaan yang sedang berjalan. Setelah hasilnya diketahui, penanganan selanjutnya akan disesuaikan,” katanya, Selasa (20/10/2026).

Eri menegaskan, penanganan kasus tersebut perlu dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi anak serta proses yang sedang berjalan. Pemkot Surabaya akan terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan pendampingan terhadap keluarga tetap diberikan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article