Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dokter Ahli Bedah Syaraf di Kediri Meninggal Akibat COVID-19

Kota Kediri
Dokter Ahli Bedah Syaraf di Kediri Meninggal Akibat COVID-19
Ilustrasi virus corona. IDN Times/Arief Rahmat
Share Article

Kediri, IDN Times– Seorang dokter di Kediri meninggal dunia setelah dinyatakan positif COVID-19. Dokter tersebut bernama Dr Machmud SpBS, yang merupakan ahli bedah syaraf di RSUD Gambiran. Almarhum dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (09/9/2020) pukul 20.40. WIB, di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

  1. 1. Salah satu dokter terbaik ahli bedah syaraf

    Dr Machmud, ahli bedah syaraf di Kediri meninggal setelah terpapar COVID-19, IDN Times/ istimewa
    Dr Machmud, ahli bedah syaraf di Kediri meninggal setelah terpapar COVID-19, IDN Times/ istimewa

    Direktur RSUD Gambiran, Dr Fauzan Adima membenarkan informasi ini. Almarhum merupakan salah satu dokter ahli bedah syaraf terbaik di Kota Kediri. Selama masa pandemik ini, alumni FK UGM tersebut dikenal sebagai sosok yang disiplin. Almarhum akan menegur mereka yang tidak pakai masker dengan baik. Bahkan di mobilnya tersedia stok masker kain untuk diberikan kepada orang-orang yang ditemui di jalan. “Kita kehilangan salah satu dokter terbaik di Kota Kediri,” ujarnya, Kamis (10/9/2020)

  2. 2. Menjalani perawatan selama 3 minggu

    pixabay.com
    pixabay.com

    Menurut Dr. Fauzan, almarhum meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo Surabaya pada pukul 20.40 WIB. Almarhum sempat menjalani perawatan selama kurang lebih tiga minggu akibat terpapar COVID-19, dan dinyatakan positif terjangkit corona pada tanggal 20 Agustus 2020.

    Dr Machmud tercatat sebagai kasus ke-131 di Kota Kediri. “Ini mengingatkan kepada masyarakat jangan pernah meremehkan virus ini,” imbuhnya.

  3. 3. Imbau masyarakat taati protokol kesehatan

    pixabay.com/Gerd Altmann
    pixabay.com/Gerd Altmann

    Peringatan ini disampaikan mengingat perilaku warga Kota Kediri yang mulai longgar terhadap protokol kesehatan. Padahal pandemik Corona belum berakhir dan terus mengancam keselamatan warga. Jubir Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Kota Kediri ini juga meminta kepada masyarakat untuk mengindari keluar rumah jika tidak dalam keadaan mendesak.

    Ramainya tempat umum maupun lokasi nongkrong menjadi perhatian serius pemerintah daerah. “Jika tidak ada kepentingan mendesak, jangan keluar rumah,” pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More