Surabaya, IDN Times - Seorang pemuda difabel yang juga penjual kopi keliling, Aan ikut diberi kesempatan berorasi oleh para demonstran mahasiswa. Ia pun segera ke tengah massa yang telah melingkar di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (17/6/2026).
Aan pun langsung menyampaikan sambatannya. Dia menegaskan kalau program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak penting. Menurutnya banyak yang lebih penting. Terutama lapangan kerja bagi kaum difabel.
"Yang dibutuhkan, disabilitas bisa bekerja dengan maksimal," ujarnya.
Menurut Aan, saat ini masih banyak diskriminasi terhadap pekerja difabel. Ia mengaku bahwa baru saja temannya kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena kondisi ekonomi yang tidak menentu. Dan korbannya ialah difabel yang masuk dalam skema efisiensi perusahaan maupun instansi.
"Banyak sekali disabilitas yang nganggur. Banyak teman saya yang di-PHK," ucapnya. Aan pun mendesak baik itu pemerintah pusat maupun daerah kalau tidak bisa menyejahterakan rakyatnya, agar mundur saja.
Dalam kesempatan ini, Aan juga sempat menyindir Presiden Prabowo Subianto. Ia melihat Prabowo hanya bisa gimmick saat pidato. Kemudian menyindir joget ala Prabowo. Tak sampai di situ, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut disemprot oleh Aan.
"Saya gak suka wakilnya. Wakilnya itu kayak orang idiot," tegasnya.
