Polisi Usut Bentrokan Pesilat di Kalijudan Surabaya

- Polisi menyelidiki bentrokan di Jalan Kalijudan, Surabaya, yang terjadi dini hari dan menyebabkan satu warga berinisial YD (23) kritis akibat pengeroyokan.
- Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto menyebut penyidik telah memeriksa beberapa saksi serta mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap pelaku dan memastikan kronologi kejadian.
- Bentrokan melibatkan sekelompok pemuda membawa kayu, besi, hingga senjata tajam; situasi baru kondusif setelah aparat kepolisian dan TNI datang menghalau massa.
Surabaya, IDN Times - Polisi tengah menyelidiki peristiwa bentrok antar pesilat yang terjadi di Jalan Kalijudan, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/6/2026) dini hari. Satu orang warga berinisal YD (23) dikabarkan kritis usai dikeroyok.
Selain menimbulkan korban luka, aksi bentrok ini juga menimbulkan kerugian materil. Satu mobil milik warga pecah akibat kena lemparan batu.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto membenarkan kejadian tersebut. Saat ini penyidik tengah melakukan pemeriksa kepada beberapa pihak.
"Saat ini penyidik sudah melakukan penyelidikan, kami melakukan pemeriksaan beberapa orang. Tentunya dengan waktu yang cepat akan segera kita ungkap siapa pelakunya. Dan hukum akan kita tegakkan,"
Walau demikian, Edy belum bisa memastikan apakah bentrok ini antar pesilat atau bukan. Sebab, pihaknya masih melakukan pemeriksaan.
"Ini masih diselidiki supaya terang peristiwanya baru nanti kita simpulkan," sebut dia.
Selain itu, dirinya juga belum bisa memastikan berapa orang yang sudah diperiksa. Yang jelas, Pihaknya kini sedang mengumpulkan beberapa barang bukti untuk memperkuat proses hukum.
"Yang sudah dilakukan pemeriksaan ada beberapa saksi dimana yang saat itu ada di TKP. Terus ada beberapa bukti-bukti petunjuk yang sedang kita kumpulkan," kata dia.
Dirinya juga memastikan bahwa saat ini korban yang dilaporkan baru satu orang. Tidak menutup kemungkinan ada korban lain.
"Sementara yang teridentifikasi 1 orang. Nanti kita lihat apa ada korban lain atau tidak," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, bentrokan antar anggota perguruan silat pecah di Jalan Kalijudan Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/6/2026) pagi. Suasana kampung sempat mencekam dan membuat warga resah.
Pantauan IDN Times, bentrokan terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, sejumlah warga hendak tidur, tiba-tiba dikejutkan dengan suara ramai-ramai.
Warga lantas keluar rumah untuk melihat situasi. Ternyata, ada sekelompok pemuda berlarian sambil membawa benda di tangannya, mulai dari kayu, besi, tongkat, hingga ada juga yang membawa senjata tajam.
Suasana semakin mencekam kala mereka saling lempar batu. Bahkan, mereka juga terlihat menyalakan kembang api.
Peristiwa ini sempat membuat warga ketakukan. Beberapa warga bahkan terbangun dan menghalau kelompok tersebut agar bentrok tak semakin menjadi.
Beruntungnya, tak berapa lama ada petugas dari kepolisian dan TNI datang berusaha menghalau aksi mereka. Situasi pun mulai kondusif.
Salah satu warga, Agus (42) mengatakan, tak tahu pasti siapa kelompok yang terlibat bentrok. Sebab, kebanyakan dari mereka menutupi wajahnya.
"Mereka membawa tongkat, besi, kayu, ada yang bawa petasan sehingga warga kaget," ucap Agus.
Saksi lain yang merupakan anggota pesilat mengatakan, bentrokan ini bermula ketika anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang sedang konvoi menuju tempat pengesahan di Kenjeran Park. Diduga ada kelompok yang memprovokasi rombongan konvoi.
"(Yang memprovokasi) lari masuk kampung, dikejar arek-arek sampai masuk kampung," ungkap anggota pesilat yang tidak ingin disebut namanya ini.

















