Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Di Tengah Isu PHK di Sektor Otomotif, Investasi China Diperkuat di Jatim
Jajaran PT Tianneng Group dan Kepala DPMPTSP Jatim di Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • PT Tianneng asal China memperkuat investasi di Jawa Timur dengan membuka pabrik baterai kendaraan listrik di Sidoarjo, meski sektor otomotif nasional tengah menghadapi isu PHK massal.
  • Perusahaan menilai Indonesia sebagai pasar strategis EV di Asia Tenggara dan memulai produksi jutaan baterai untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik domestik secara bertahap.
  • Pemerintah Provinsi Jatim menyambut positif investasi ini karena sejalan dengan agenda transformasi energi nasional serta berpotensi mendorong ekonomi hijau dan kolaborasi industri lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Di tengah kabar ancaman relokasi dan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sektor otomotif nasional, perusahaan baterai asal China, PT Tianneng, justru memperkuat investasinya di Jawa Timur. Perusahaan tersebut membuka fasilitas produksi di Sidoarjo untuk memasok kebutuhan baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang dinilai terus tumbuh di Indonesia.

Group Vice President sekaligus President of International Business PT Tianneng, Eric Xu, mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar strategis dalam pengembangan industri kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, perusahaan memilih membangun basis produksi di Jawa Timur untuk mendekatkan diri dengan pasar dan pelanggan.

"Indonesia adalah pasar yang berbeda dan memiliki potensi yang sangat besar untuk kendaraan listrik. Kami melihat prospek pertumbuhannya sangat menjanjikan," ujar Eric Xu, Kamis (26/6/2026).

Eric menjelaskan, pengalaman panjang Tianneng dalam industri kendaraan listrik di China menjadi modal utama untuk masuk ke pasar Indonesia. Menurutnya, transformasi kendaraan listrik di China dimulai dari kendaraan roda dua sebelum akhirnya berkembang menjadi salah satu negara dengan industri EV terbesar di dunia.

"China sebelumnya mengembangkan kendaraan listrik roda dua. Sekarang China menjadi salah satu pemimpin industri EV dunia. Kami berharap pengalaman itu bisa berkontribusi untuk pengembangan kendaraan listrik di Indonesia," katanya.

Sebagai langkah awal, Tianneng fokus memproduksi baterai yang menjadi komponen utama kendaraan listrik. Perusahaan menilai pengembangan ekosistem EV tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai dari penguatan rantai pasok industri pendukung.

"Kami ingin membantu menciptakan kendaraan listrik yang lebih hijau. Ke depan tentu akan berkembang untuk mendukung motor listrik maupun mobil listrik. Karena itu kami menyesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia, dimulai dari baterai," katanya.

Pemilihan Sidoarjo sebagai lokasi investasi juga bukan tanpa alasan. Eric menyebut kawasan Surabaya Raya memiliki ekosistem industri otomotif yang kuat dan dekat dengan banyak pelanggan potensial.

"Alasan kami memilih kawasan Surabaya Raya karena banyak customer berada di sini. Selain itu infrastruktur dan dukungan industrinya juga sangat baik," ungkapnya.

Saat ini, kata Eric, pabrik Tianneng di Sidoarjo telah memulai produksi dengan kapasitas jutaan unit baterai untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. "Kami sudah memulai produksi jutaan baterai di Indonesia dan berharap bisa terus berkembang bersama industri kendaraan listrik nasional," ungkapnya.

Tianneng juga optimistis terhadap prospek investasi jangka panjang di Indonesia. Perusahaan menilai stabilitas ekonomi nasional menjadi salah satu faktor utama yang mendorong keputusan ekspansi tersebut.

"Kami percaya Indonesia akan tetap stabil, terutama dari sisi ekonomi. Itu yang membuat kami yakin untuk terus berinvestasi dan berkembang di sini," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jatim, Dyah Wahyu Ermawati menyampaikan apresiasinya atas investasi yang masuk ke Jatim ini. "Bahwa beroperasinya basis produksi Tianneng di Indonesia sangat selaras dengan agenda transformasi energi nasional Indonesia," katanya.

"Kehadiran fasilitas ini memberikan dorongan kuat bagi pengembangan transportasi listrik dan ekonomi hijau di daerah, sekaligus menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara keahlian global Tianneng dan mitra lokal berkualitas di Indonesia," tambah dia.

Menurut dia, Pemprov Jatim akan terus menyediakan layanan investasi yang transparan dan efisien serta berbagai insentif kebijakan guna memastikan proyek berjalan secara stabil. Sejumlah perjanjian kerja sama strategis yang ditandatangani diharapkan menjadi penggerak berkelanjutan bagi peningkatan industri energi di Indonesia dan Asia Tenggara.

Editorial Team

Related Article