Lamongan, IDN Times - Dian mungkin tak pernah mengira bahwa ia akan menjadi satu dari 241 Warga Negara Indoesia (WNI) yang menjadi korban penipuan di Kamboja. Warga Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan mulanya mengaku ingin mengadu nasib dengan menjadi tenaga kerja migran di negeri orang. Apalagi, penghasilan dari usaha bengkelnya juga tak menentu.
Keinginan itu terjawab saat April lalu, sang paman mengenalkannya dengan seorang agen. Agen itu menawarkan pekerjaan sebagai petugas layanan pelanggan atau customer service di Kamboja. Tanpa rasa curiga apapun, Dian pun segera mengurusi berkas-berkas yang dibutuhkan. Bahkan, kebutuhan biaya yang kurang langsung ia tutup dengan meminjam dari beberapa kerabat. Semua itu dilakukan lakukan demi niat baik membantu orangtua menyekolahkan sang adik.
