Surabaya, IDN Times - Bulan puasa di Kota Surabaya disambut dengan kekosongan beras Bulog. Beras Bulog sudah tak ada di Surabaya sejak satu bulan terakhir. Salah satu pedagang kelontong di Pasar Pakis Surabaya, Siti mengatakan, beras Bulog tak lagi tersedia di lapaknya semenjak beberapa minggu terakhir. Kiriman beras dari pemerintah, tak kunjung datang.
"Bulog, kosong belum datang lagi. Sudah satu bulan kosong," ujar Siti, Rabu (22/3/2023).
Siti menyebut, beras Bulog diserbu pembeli saat pemerintah menggontorkan beras pada Februari 2023 lalu. Setelah itu, tak ada kiriman lagi. "Banyak yang beli, karena harganya murah," ungkap Siti.
Kini, Siti hanya menjual beras premium, seperti beras bermerek Mangga. Beras merek Mangga ia jual denga harga Rp12 ribu yang sebelumnya Rp11 ribu per kilogram
Kekosongan beras Bulog ini juga dirasakan pedagang lain di Pasar Pucang bernama Fatimah. Beras yang dijanjikan Pemerintah itu kosong sejak satu bulan terakhir, ia pun menjual beras premium.
"Beras (premium), 5 kilogram saya jual Rp63- Rp69 ribu," ujar Fatimah.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, masih akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebab saat ini sedang panen raya di sejumlah wilayah.
"Beras Bulog nanti kita Kordinasikan dengan Provinsi, jadi sudah ada kebijakan gubernur kan,karena sekarang waktunya panen beras lokal. Jadi kita tunggu arahan gubernur," kata orang nomor satu di Surabaya ini.
