Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Budi Arie Sebut Telur dan Tempe Bisa Mengganti Susu untuk MBG

Budi Arie Sebut Telur dan Tempe Bisa Mengganti Susu untuk MBG
Menkop RI, Budi Arie Setiadi saat meninjau MBG di MTs dan SMK Annur Bululawang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Share Article

Malang, IDN Times - Kehadiran susu untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi pro kontra. Pasalnya susu dianggap membebani budget MBG yang hanya Rp10 ribu per anak per hari. Tapi kebutuhan gizi pada susu dianggap penting untuk pertumbuhan anak, oleh karena itu pemerintah terus mencari alternatif gizi pengganti susu.

1. Budi Arie usulan susu bisa diganti dengan telur atau tempe

Menkop RI, Budi Arie Setiadi saat meninjau MBG di MTs dan SMK Annur Bululawang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Menkop RI, Budi Arie Setiadi saat meninjau MBG di MTs dan SMK Annur Bululawang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Saat meninjau MBG di MTs dan SMK Annur Bululawang, Kabupaten Malang, Menteri Koperasi (Menkop) Republik Indonesia (RI), Budi Arie Setiadi menyampaikan kalau susu sebenarnya tidak wajib untuk MBG.

Sehingga hanya daerah-daerah penghasil susu yang diperbolehkan menyediakan susu untuk MBG. Ia juga menyinggung kalau 80 persen susu di Indonesia adalah impor, sehingga sulit menyediakan susu di meje-meja para siswa secara merata.

Oleh karena itu, ia mengusulkan agar susu diganti dengan menu lainnya. Ia mencontohkan protein pada susu diganti dengan tempe atau telur. Menurutnya, telur atau tempe lebih mudah didapatkan dibandingkan susu.

"Karena menurut Pak Presiden, telur itu secara scientifik atau secara ilmiah memiliki protein yang tinggi. Mungkin kalau belum ada susu bisa telur dulu, kalau telur kita kan swasembada telur di Indonesia," terangnya pada Selasa (25/2/2025).

2. Koperasi di Indonesia siap menyediakan bahan pokok untuk MBG

Menkop RI, Budi Arie Setiadi saat meninjau MBG di MTs dan SMK Annur Bululawang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Menkop RI, Budi Arie Setiadi saat meninjau MBG di MTs dan SMK Annur Bululawang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Budi Arie juga menyinggung jika koperasi di Indonesia siap menyediakan bahan-bahan pokok untuk MBG. Menurutnya, satu daerah tidak mungkin bisa mencover seluruh bahan pokok untuk MBG. Jadi menurutnya akan lebih baik kalau setiap koperasi di daerah jadi penyuplai satu bahan pokok.

"Misalnya beras, telur, sayur-sayuran , buah-buahan, susu pasti gak semuanya dihasilkan di satu daerah. Nah, perlu adanya kophub (konsolidasi antar koperasi), saya bilang kepada beberapa pihak di koperasi kita nanti bikin kophub-kophub, misalnya daerah mana yang kekurangan telur bisa beli di kophub ini," ungkapnya.

3. Kini sudah ada 321 koperasi yang terlibat dalam MBG

Menkop RI, Budi Arie Setiadi saat meninjau MBG di MTs dan SMK Annur Bululawang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Menkop RI, Budi Arie Setiadi saat meninjau MBG di MTs dan SMK Annur Bululawang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Budi Arie juga menyampaikan jika dari 1.300 koperasi yang tercatat di Kemenkop RI, kini sudah ada 321 koperasi yang terlibat dalam MBG. Mereka ingin terus ada peningkatan pada jumlah koperasi yang terlibat MBG.

"Kita perhatikan itu tugas kami dari Kemenkop untuk memperhatikan itu, yang sudah fit ada 321 koperasi. Nanti juga ada pendampingan dari BGN (Badan Gizi Nasional). Pokoknya koperasi harus jadi gaya baru dalam kehidupan kita, karena koperasi ini adalah alat instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rizal Adhi Pratama
EditorRizal Adhi Pratama

Latest News Jawa Timur

See More

13 Demonstran #IndonesiaSekarat Dibebaskan, Tapi Wajib Lapor

28 Jun 2026, 20:32 WIBNews