BNNK Mojokerto: Pengedar Narkoba Tetap Gencar di Tengah Wabah Corona

Mojokerto, IDN Times - Meski wabah virus corona telah meluas ke berbagai daerah, ternyata para pelaku penyalahgunaan narkotika masih terus bergentayangan. Di Mojokerto, para pengedar tetap beraksi menjual barang haramnya dengan menyasar ke perkampungan.
"Penyalahgunaan dan peredaran narkotika tetap berlangsung," ujar kepala BNNK Mojokerto AKBP Suharsi saat dikonfirmasi IDN Times terkait penyalahgunaan narkotika di tengah pandemi COVID-19, Senin (6/4).
1. Kurir dan pengedar berkeliaran di kampung

Di tengah wabah corona, awalnya Suharsi berpikir jika peredaran narkoba akan menurun atau bahkan berhenti. Alasannya perekonomian masyarakat sedang sulit.
Namun, prediksi Suharsi meleset. Justru, para pengedar barang haram tersebut makin gencar melancarkan aksinya.
"Kami berpikir ini masa ekonomi sulit, pasti penyalahguna (narkoba) akan berhenti dulu. Jawabnya ternyata tidak. Hal ini karena penyalahgunaan narkoba bukan hanya kalangan atas dan dunia hiburan, tapi pekerja kasar. Misal kuli, bakul, dan sopir sudah banyak yang menyalahgunakan sabu," kata Suharsi melalui WhatsApp.
Menurut dia, dalam kondisi ekonomi yang sulit, para pengedar dan kurir-kurir di kampung malah makin gencar. "Justru masa senyap seperti ini mereka gencar," lanjutnya.
2. Penangkapan pelaku narkoba dengan protokol corona

Suharsi menyampaikan, beberapa pekan lalu saat kasus corona sudah merambah ke sejumlah daerah, BNNK Mojokerto juga menangkap seorang pelaku sabu-sabu. Penangkapan itu juga sudah diberlakukan protokol corona.
"Pas nangkap ya pakai protokol corona. Tersangka disuruh mandi, ganti baju, disemprot dan disuruh pakai masker. Tersangka masih dalam pengembangan," tuturnya.
Ia menambahkan, bermacam-macam modus yang dipakai para pengedar saat wabah corona melanda. Di antaranya ranjau atau dengan menaruh barang di tempat tertentu, pembeli dan pengedar langsung bertemu di sebuh tempat, atau nyabu di tempat yang disediakan pengedar.
3. Bantah narkotika menjadi penangkal virus corona

Suharsi juga membantah jika ada pengakuan orang yang mengonsumsi narkoba dapat terhindar dari virus corona. Jika ada tersangka yang mengonsumsi narkoba biar kebal dari virus corona, itu hanya sebagai alasan untuk membela diri.
"Narkoba untuk penangkal corona, itu hoaks mas. Mereka akan selalu menggunakan berbagai alasan pembenar," imbuhnya.
Meski disibukkan dengan upaya pencegahan COVID-19, Suharsi menegaskan, BNNK Mojokerto tidak akan lengah terhadap gerak-gerik para pengedar maupun bandar narkoba. Dia pun mengimbau kepada para pengguna maupun bandar untuk segera tobat dan datang ke BNNK Mojokerto.
"Bagi para penyalahguna narkoba, berhenti saja dan datang saja ke kantor BNNK Mojokerto untuk menemukan solusinya. Termasuk para pengedar, berhentilah. Dalam darurat COVID-19 ini ekonomi sangat sulit, jangan rusak perekonomian dengan anda berjualan narkoba," tutup perwira polisi dengan dua melati di pundak tersebu.


















