Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Begini Cara Dinas Kesehatan Jawa Timur Cegah Penyakit Pasca Banjir

Begini Cara Dinas Kesehatan Jawa Timur Cegah Penyakit Pasca Banjir
(Istimewa)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur melakukan berbagai upaya untuk menangani para korban banjir di 15 kabupaten Jawa Timur. Saat ini penanganan pun telah dikurangi seiring surutnya ketinggian genangan.

Saat ini Dinas Kesehatan Jawa Timur mengutamakan agar para korban bencana banjir tidak mengalami sakit setelah banjir.

1. Dinkes berusaha mencegah terjadinya bencana kedua

Kadinkes Jatim Kohar Santoso. IDN Times/Vanny El Rahman
Kadinkes Jatim Kohar Santoso. IDN Times/Vanny El Rahman

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Kohar Hari Santoso, mengatakan ada beberapa aspek utama yang diperhatikan oleh pihaknya pada para korban bencana alam. Hal ini untuk mencegah adanya bencana kedua yaitu penyakit pasca banjir yang melanda para warga.

"Shelter, water, nutrition, dan sanitation. Itu yang harus kita pastikan bagus. Yang ditakutkan pada bencana adanya the second disaster. Kami gak kepingin mereka jadi sakit," ujarnya kepada IDN Times, Sabtu (9/3).

2. Posko kesehatan telah ada yang ditutup

Dok. IDN Times/ Istimewa
Dok. IDN Times/ Istimewa

Untuk memastikan tempat bernaung, air, nutrisi, dan sanitasi, Dinas Kesehatan telah bekerja sama dengan beberapa pihak untuk membuka posko-posko kesehatan di daerah yang terdampak banjir. Akan tetapi, menurut Kohar, karena banjir telah surut beberapa posko kesehatan Dinas Kesahatan telah ditutup.

"Sebagian pos-pos yang ada sudah ditutup. Alhamdulillah kondisinya sudah lebih surut di kabupaten karena fasilitas kesehatan yang asli seperti puskesmas sudah bisa berfungsi dengan baik," jelas Kohar.

3. Membawa makanan hingga desinfektan

Ilustrasi banjir. IDN Times/Istimewa
Ilustrasi banjir. IDN Times/Istimewa

Di dalam posko kesehatan tersebut, kata Kohar, Dinas Kesehatan Jawa Timur telah memberikan suplai perlengkapan yang dibutuhkan dalam penanganan korban bencana banjir. Selain itu, juga menyediakan makanan dan desinfektan bagi para korban.

"Satu sarana yang kami bawa ke posko adalah agar mereka mendapat makanan yang layak. Kami berikan tambahan, bekal obat-obatan, dan juga membawa klorin dan lisol dan untuk menjaga sanitasi," tuturnya.

4. Korban banjir rawan terkena penyakit

Ilustrasi banjir. Dok.IDN Times/Istimewa
Ilustrasi banjir. Dok.IDN Times/Istimewa

Ia menjelaskan bahwa berbagai macam perlengkapan memang dibutuhkan mengingat korban banjir rawan terkena berbagai macam penyakit. "Alhamdulillah tidak ada korban meninggal, tapi yang sakit memang ada. Rata-rata gatal, diare, dan masalah ISPA. Ada juga yang karena memang sudah tua, sudah kami evakuasi," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Edwin Fajerial
EditorEdwin Fajerial

Latest News Jawa Timur

See More

3 Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Masih Tertahan di Arab Saudi

06 Jun 2026, 14:57 WIBNews