Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BBPOM Turun ke SPPG Usut Keracunan Ratusan Santri di Sidoarjo
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya turun tangan menyelidiki kasus keracunan pangan yang menimpa ratusan santri di Kabupaten Sidoarjo. Dok. BBPOM Surabaya.
  • BBPOM Surabaya menyelidiki dugaan keracunan pangan yang dialami ratusan santri di Sidoarjo setelah menyantap makanan yang diduga terkait program Makan Bergizi Gratis.
  • Tim BBPOM turun ke SPPG dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk mengumpulkan informasi dan menelusuri faktor penyebab kejadian.
  • Keracunan terjadi pada 1 September 2026, membuat ratusan santri mendapat perawatan rumah sakit; penyebab pasti masih didalami untuk mencegah kejadian serupa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (1/9/2026)

Ratusan santri di Sidoarjo mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis. Mereka dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk penanganan medis.

Rabu (2/9/2026)

BBPOM Surabaya turun ke SPPG untuk mengumpulkan informasi dan menyelidiki penyebab keracunan bersama pemerintah daerah serta instansi terkait. Sumber dan penyebab pasti, termasuk dugaan keterkaitan dengan makanan MBG, masih didalami.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BBPOM Surabaya menyelidiki dugaan keracunan pangan yang menyebabkan ratusan santri di Sidoarjo mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang diduga terkait program Makan Bergizi Gratis.
  • Who?
    Ratusan santri menjadi korban; BBPOM Surabaya dipimpin Kepala BBPOM Yudi Noviandi melakukan pemeriksaan bersama pemerintah daerah dan dinas terkait Kabupaten Sidoarjo.
  • Where?
    Penyelidikan dilakukan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Para santri dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk penanganan medis.
  • When?
    Gangguan kesehatan terjadi pada Selasa, 1 September 2026. BBPOM Surabaya menyampaikan perkembangan penyelidikan pada Rabu, 2 September 2026.
  • Why?
    Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan faktor dan sumber penyebab keracunan pangan serta menjadi dasar pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
  • How?
    Tim BBPOM Surabaya turun ke SPPG, mengumpulkan data dan informasi, lalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta dinas terkait. Penyebab pasti dan kaitannya dengan makanan MBG hingga saat ini belum ada kepastian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ratusan santri di Sidoarjo sakit setelah makan makanan yang diduga dari program Makan Bergizi Gratis. Mereka dibawa ke rumah sakit. Tim BBPOM Surabaya datang ke tempat makanan dibuat untuk mencari tahu penyebabnya. Mereka bekerja bersama pemerintah daerah. Sekarang, penyebab keracunan itu masih diperiksa dan belum pasti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penanganan kasus ini memperlihatkan respons kelembagaan yang terarah: BBPOM Surabaya, pemerintah daerah, dan instansi terkait mengumpulkan informasi serta menelusuri penyebab secara cermat tanpa terburu-buru menarik kesimpulan. Para santri juga telah memperoleh penanganan medis, sementara pemeriksaan diarahkan untuk membangun dasar pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sidoarjo, IDN Times - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya turun tangan menyelidiki kasus keracunan pangan yang menimpa ratusan santri di Kabupaten Sidoarjo. Para santri dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BBPOM Surabaya Yudi Noviandi mengatakan, timnya telah turun langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengumpulkan informasi dan menelusuri sumber penyebab kejadian tersebut.

"Iya, kami menyimak bahwa data dan informasi yang diperoleh cukup banyak, korban kasus dari keracunan pangan yang terjadi pada hari kemarin. Kami turut sedih juga," ujarnya, Rabu (2/9/2026).

Yudi menyampaikan, penyelidikan dilakukan bersama pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait di Kabupaten Sidoarjo. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan faktor yang menyebabkan ratusan santri mengalami gejala keracunan.

"Intinya saat ini tim dari Balai Besar POM di Surabaya sedang turun ke SPPG. Kita akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan dinas terkait di Kabupaten Sidoarjo untuk menggali informasi lebih lengkap," katanya.

BBPOM Surabaya, lanjut Yudi, masih melakukan pendalaman sehingga belum menyimpulkan sumber maupun penyebab pasti keracunan. Dugaan bahwa kejadian tersebut berkaitan dengan makanan MBG juga masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut.

"Intinya untuk menetapkan apa penyebab dari peristiwa keracunan pangan ini sampai terjadi," tegasnya.

Kasus tersebut terjadi pada Selasa (1/9/2026). Ratusan santri di Sidoarjo mengalami gangguan kesehatan dan kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Yudi menegaskan pemeriksaan tidak hanya ditujukan untuk mengetahui penyebab kejadian, tetapi juga menjadi dasar pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi. "Tujuannya adalah kita ingin memastikan bahwa kejadian serupa ini nanti ke depan sudah tidak terjadi lagi. Itu harapan kita," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article

Seompreng MBG, 592 Pasien02 Sep 2026, 22:44 WIB