Bayar Parkir Surabaya Mulai Bisa Pakai Voucher, Beli di Tempat Makan

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Kota Surabaya tengah menyiapkan pembayaran parkir menggunakan layanan non tunai untuk menghindari kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pembayaran non tunai tersebut yakni dengan e-money, QRIS dan voucher yang mulai diterapkan hari ini, Rabu (24/1/2024).
Pembayaran non tunai ini mulai diterapkan di dua tempat yakni di Balai Kota Surabaya dan di Taman Bungkul. Sehingga sudah tak ada lagi pembayaran tunai di dua lokasi tersebut.
Kepala UPTD Parkir, Dinas Kota Surabaya, Jeane Taroreh, apabila Pengguna Jasa Parkir (PJP) tidak memiliki e-Money, PJP bisa menggunakan QRIS, bila tak memiliki QRIS bisa menggunakan voucher. Pembelian vocher, bisa dibeli di sejumlah tempat makan yang berada di Taman Bungkul.
"Dishub sudah menitipkan vocher di toko-toko atau tempat usaha di area tersebut," ujar Jaene saat sosialisasi penerapan parkir non tunai di Taman Bungkul Rabu (24/1/2024).
Setidaknya, ada tujuh tempat usaha dan satu kantor di Taman Bungkul yang telah dititipi vocher oleh Dinas Perhubungan. Sementara di Balai Kota Surabaya ada tujuh tempat usaha.
Vocher yang telah dibeli PJP di tempat makan, bisa diserahkan ke tukang parkir. Nantinya, Dishub akan rutin mengambil vocher tersebut dari jukir. Jukir dipastikan tidak menerima uang tunai dari PJP. Para Jukir tersebut merupakan pegawai honorer Pemerintah Kota (Pemkot), sehingga berapa pun vocher yang mereka dapatkan, penghasilan mereka sesuai dengan gaji.
Kasubag TU, UPT Parkir Dishub, Afan Abdillah menambahkan, nantinya akan ada stiker di setiap tempat usaha yang menjual vocher. Sekaligus nantinya akan ada himbauan sekaligus petunjuk kepada PJP agar mereka membayar menggunakan sistem non tunai.
"(Bila ada yang menerima uang tunai) kami akan tegur pengawas," ungkap dia.
Sementara ini, Dishub menyiapkan 100 vocher untuk satu tenant. Sehingga ditahap awal ini ada sebanyak 800 bandel vocher. "Masing-masing ada 100 bandel setiap tempat usaha, jadi kalau ada delapan tempat usaha maka ada 800 bandel vocher," pungkas dia.

















