Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi Longsor. (IDN Times/Anjani Asra)
  • Banjir, longsor, dan angin kencang akibat hujan sedang hingga lebat melanda Lumajang, Malang, Banyuwangi, Sumenep, dan Blitar hingga 2 November 2026.

  • Di Lumajang, 117 KK sempat terisolasi, akses jalan putus, rumah dan tanggul rusak, serta longsor sebelumnya menewaskan seorang warga dan putrinya.

  • Genangan di Lumajang dan Malang telah surut; BPBD melakukan asesmen, pembersihan, serta mengimbau warga di bantaran sungai dan lereng tetap waspada.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (31/10/2026) dini hari

Longsor di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang menewaskan dua warga. Rumah korban tertimbun material longsor dan mengalami kerusakan sedang.

Minggu (1/11/2026) malam hingga Senin pagi

Hujan sedang hingga lebat di Lumajang memicu banjir dan longsor, diperparah kenaikan debit Sungai Glidik. Sebanyak 117 KK di Dusun Tamansari sempat terisolasi dan sejumlah infrastruktur rusak.

Senin dini hari

Angin kencang menerjang Desa Guluk Manjung dan Desa Kapedi di Kecamatan Bluto, Sumenep. Sebanyak 11 rumah dan satu kandang ternak mengalami kerusakan ringan.

Senin (2/11/2026) pukul 18.00 WIB

BPBD Jatim mencatat banjir, longsor, dan angin kencang melanda lima kabupaten, yaitu Lumajang, Malang, Banyuwangi, Sumenep, dan Blitar.

Saat ini

Kondisi Lumajang mulai membaik, dengan debit Sungai Glidik menurun dan genangan di rumah warga surut total. Jalur Malang-Lumajang serta jembatan alternatif melalui Lebakharjo kembali dapat dilalui.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Banjir, tanah longsor, dan angin kencang melanda lima kabupaten di Jawa Timur, merusak rumah, tanggul, jalan, talud, dan kandang ternak serta sempat mengisolasi 117 KK di Lumajang.
  • Who?
    Warga Lumajang, Malang, Banyuwangi, Sumenep, dan Blitar terdampak. Imron (40) dan putrinya, Hilya (9), meninggal akibat longsor di Pronojiwo. BPBD Jatim dan BPBD kabupaten melakukan penanganan.
  • Where?
    Bencana terjadi di Kabupaten Lumajang, Malang, Banyuwangi, Sumenep, dan Blitar, Jawa Timur; termasuk Tempursari, Jatiroto, Pasirian, Pronojiwo, Sumbermanjing Wetan, Kalibaru, Bluto, Panggungrejo, dan Wonotirto.
  • When?
    BPBD Jatim memantau dampak hingga Senin, 2 November 2026 pukul 18.00 WIB. Hujan di Lumajang berlangsung sejak Minggu malam, 1 November, hingga Senin pagi. Longsor mematikan terjadi 31 Oktober 2026 dini hari.
  • Why?
    Hujan berintensitas sedang hingga lebat memicu banjir, longsor, dan angin kencang. Di Lumajang, meningkatnya debit Sungai Glidik dari kawasan Gunung Semeru memperparah banjir.
  • How?
    Luapan sungai menggenangi permukiman dan memutus akses jalan, sementara longsor menimbun rumah serta merusak talud. BPBD dan warga melakukan asesmen, pembersihan material, koordinasi desa, dan pemasangan terpal di lokasi rawan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Hujan deras membuat banjir, longsor, dan angin kencang di lima daerah Jawa Timur. Di Lumajang, 117 keluarga sempat tidak bisa keluar karena jalan putus. Dua orang, Imron dan anaknya Hilya, meninggal karena longsor. Sekarang air di Lumajang dan Malang sudah surut. Petugas dan warga sedang membersihkan tempat yang rusak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons BPBD, pemerintah daerah, dan warga menunjukkan kapasitas gotong royong yang nyata di tengah cuaca ekstrem. Surutnya genangan, menurunnya debit Sungai Glidik, serta pulihnya akses utama dan jalur alternatif memberi ruang bagi mobilitas warga untuk kembali berlangsung. Pembersihan lingkungan dan langkah pencegahan longsor susulan juga mencerminkan penanganan yang sigap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Rentetan bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah Jawa Timur (Jatim). Dalam pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim hingga Senin (2/11/2026) pukul 18.00 WIB, banjir, tanah longsor, hingga angin kencang dilaporkan terjadi di lima kabupaten, yakni Lumajang, Malang, Banyuwangi, Sumenep, dan Blitar.

Lumajang menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling besar. Banjir dan longsor menerjang sejumlah kecamatan, merusak infrastruktur, menggenangi permukiman, hingga membuat sekitar 117 kepala keluarga (KK) di Dusun Tamansari, Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, sempat terisolasi.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno menyampaikan bahwa bencana di sejumlah daerah tersebut dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Di Lumajang, hujan berlangsung cukup lama sejak Minggu (1/11/2026) malam hingga Senin pagi.

"Kondisi itu diperparah meningkatnya debit Sungai Glidik yang berhulu di kawasan Gunung Semeru," ujarnya kepada IDN Times, Selasa (3/11/2026).

Di Kecamatan Tempursari, luapan sungai menyebabkan genangan di sejumlah desa. Akses jalan Purorejo-Tamansari Bawah sepanjang sekitar 100 meter putus akibat banjir. Longsor juga terjadi di jalur tembus Tamansari-Iburaja, disertai pohon tumbang di wilayah Halimo.

"Dampak lainnya terjadi di sekitar permukiman warga. Sebanyak tiga rumah mengalami teras ambruk, sementara 10 rumah lainnya terancam mengalami kerusakan pada bagian teras akibat gerusan tanah. Tanggul di wilayah Wareng, Dusun Pasirejo, Desa Purorejo, juga dilaporkan jebol," ungkap Satriyo.

Di Kecamatan Jatiroto, banjir sempat menggenangi Dusun Persil, Desa Rojopolo, dan berdampak pada sekitar 500 jiwa. Sementara di Kecamatan Pasirian, tanggul aliran Sungai Regoyo mengalami kerusakan.

"Saat ini, kondisi di Lumajang mulai membaik. Debit Sungai Glidik telah menurun dan genangan di rumah warga surut total. Jalur utama Malang-Lumajang serta jembatan alternatif melalui Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, juga sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat," terangnya.

Rentetan bencana di Lumajang sebelumnya juga menelan korban jiwa. Longsor di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, pada Sabtu (31/10/2026) dini hari menewaskan Imron (40) dan putrinya, Hilya (9). Rumah mereka mengalami kerusakan sedang setelah tertimbun material longsor.

Selain Lumajang, banjir luapan juga terjadi di Kabupaten Malang. Genangan dilaporkan di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, serta Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading. Namun, seluruh genangan telah surut dan tidak ada korban jiwa.

Banjir juga melanda Dusun Margomakmur, Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Selain rumah warga sempat tergenang, satu rumah mengalami kerusakan ringan dan satu pohon tumbang. BPBD bersama warga telah membersihkan saluran drainase yang tersumbat serta rumah terdampak.

Sementara itu, angin kencang menerjang Desa Guluk Manjung dan Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Peristiwa yang terjadi pada Senin dini hari tersebut mengakibatkan 11 rumah warga mengalami kerusakan ringan dan satu kandang ternak rusak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Di Kabupaten Blitar, hujan deras memicu longsor di Kecamatan Panggungrejo dan Wonotirto. Dua rumah mengalami kerusakan ringan, sedangkan talud penahan jalan sepanjang 10 meter dengan tinggi sekitar 4 meter turut mengalami kerusakan akibat longsor.

BPBD Jatim bersama BPBD kabupaten setempat telah melakukan asesmen, berkoordinasi dengan perangkat desa, serta bergotong royong membersihkan material dan lingkungan terdampak. Di sejumlah lokasi, petugas juga memasang terpal untuk mengantisipasi dampak longsor susulan.

"Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai, lereng, tebing, dan kawasan rawan longsor. Hujan dengan intensitas tinggi berpotensi meningkatkan debit sungai maupun memicu pergerakan tanah. Warga diminta segera menjauh dari lokasi berbahaya apabila kondisi di sekitar tempat tinggal menunjukkan tanda-tanda ancaman bencana," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article