Surabaya, IDN Times - Rentetan bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah Jawa Timur (Jatim). Dalam pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim hingga Senin (2/11/2026) pukul 18.00 WIB, banjir, tanah longsor, hingga angin kencang dilaporkan terjadi di lima kabupaten, yakni Lumajang, Malang, Banyuwangi, Sumenep, dan Blitar.
Lumajang menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling besar. Banjir dan longsor menerjang sejumlah kecamatan, merusak infrastruktur, menggenangi permukiman, hingga membuat sekitar 117 kepala keluarga (KK) di Dusun Tamansari, Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, sempat terisolasi.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno menyampaikan bahwa bencana di sejumlah daerah tersebut dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Di Lumajang, hujan berlangsung cukup lama sejak Minggu (1/11/2026) malam hingga Senin pagi.
"Kondisi itu diperparah meningkatnya debit Sungai Glidik yang berhulu di kawasan Gunung Semeru," ujarnya kepada IDN Times, Selasa (3/11/2026).
Di Kecamatan Tempursari, luapan sungai menyebabkan genangan di sejumlah desa. Akses jalan Purorejo-Tamansari Bawah sepanjang sekitar 100 meter putus akibat banjir. Longsor juga terjadi di jalur tembus Tamansari-Iburaja, disertai pohon tumbang di wilayah Halimo.
"Dampak lainnya terjadi di sekitar permukiman warga. Sebanyak tiga rumah mengalami teras ambruk, sementara 10 rumah lainnya terancam mengalami kerusakan pada bagian teras akibat gerusan tanah. Tanggul di wilayah Wareng, Dusun Pasirejo, Desa Purorejo, juga dilaporkan jebol," ungkap Satriyo.
Di Kecamatan Jatiroto, banjir sempat menggenangi Dusun Persil, Desa Rojopolo, dan berdampak pada sekitar 500 jiwa. Sementara di Kecamatan Pasirian, tanggul aliran Sungai Regoyo mengalami kerusakan.
"Saat ini, kondisi di Lumajang mulai membaik. Debit Sungai Glidik telah menurun dan genangan di rumah warga surut total. Jalur utama Malang-Lumajang serta jembatan alternatif melalui Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, juga sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat," terangnya.
Rentetan bencana di Lumajang sebelumnya juga menelan korban jiwa. Longsor di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, pada Sabtu (31/10/2026) dini hari menewaskan Imron (40) dan putrinya, Hilya (9). Rumah mereka mengalami kerusakan sedang setelah tertimbun material longsor.
Selain Lumajang, banjir luapan juga terjadi di Kabupaten Malang. Genangan dilaporkan di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, serta Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading. Namun, seluruh genangan telah surut dan tidak ada korban jiwa.
Banjir juga melanda Dusun Margomakmur, Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Selain rumah warga sempat tergenang, satu rumah mengalami kerusakan ringan dan satu pohon tumbang. BPBD bersama warga telah membersihkan saluran drainase yang tersumbat serta rumah terdampak.
Sementara itu, angin kencang menerjang Desa Guluk Manjung dan Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Peristiwa yang terjadi pada Senin dini hari tersebut mengakibatkan 11 rumah warga mengalami kerusakan ringan dan satu kandang ternak rusak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Di Kabupaten Blitar, hujan deras memicu longsor di Kecamatan Panggungrejo dan Wonotirto. Dua rumah mengalami kerusakan ringan, sedangkan talud penahan jalan sepanjang 10 meter dengan tinggi sekitar 4 meter turut mengalami kerusakan akibat longsor.
BPBD Jatim bersama BPBD kabupaten setempat telah melakukan asesmen, berkoordinasi dengan perangkat desa, serta bergotong royong membersihkan material dan lingkungan terdampak. Di sejumlah lokasi, petugas juga memasang terpal untuk mengantisipasi dampak longsor susulan.
"Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai, lereng, tebing, dan kawasan rawan longsor. Hujan dengan intensitas tinggi berpotensi meningkatkan debit sungai maupun memicu pergerakan tanah. Warga diminta segera menjauh dari lokasi berbahaya apabila kondisi di sekitar tempat tinggal menunjukkan tanda-tanda ancaman bencana," pungkasnya.