Demi Konten? Balap Orang di Jalan Raya Magetan Picu Amarah Warga

- Aksi balap lari di jalan nasional Maospati–Magetan viral dan menuai kemarahan warga karena dinilai membahayakan pengguna jalan serta mengganggu kelancaran lalu lintas.
- Polisi menegur pemilik angkringan yang diduga memfasilitasi kegiatan tersebut dan mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan jalan raya sebagai tempat hiburan demi konten media sosial.
- Menjelang Ramadan, kepolisian mengimbau warga fokus pada kegiatan positif serta meningkatkan patroli untuk menjaga keamanan dan mencegah kejadian serupa terulang.
Magetan, IDN Times – Aksi balap lari yang digelar di jalan nasional Maospati–Magetan mendadak viral di media sosial dan memicu kemarahan warga. Kegiatan yang berlangsung di Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, Sabtu malam (21/2/2026), itu dinilai nekat karena menggunakan badan jalan sebagai arena lomba.
Video yang beredar memperlihatkan sejumlah orang berlari adu cepat di tengah jalan raya, sementara warga lainnya menonton di tepi jalan. Aktivitas tersebut disebut-sebut berlangsung di depan salah satu warung angkringan setempat.
Polisi dari Polsek Maospati langsung bergerak. Kapolsek setempat, AKP Vista Dwi Pujiningsih bersama perangkat desa pun memanggil pemilik angkringan untuk dimintai klarifikasi.
1. Dinilai bahayakan pengguna jalan

Kapolsek Maospati AKP Vista Dwi Pujiningsih menegaskan, pihaknya menerima laporan masyarakat terkait kegiatan yang dinilai mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).
"Kami mendapat laporan adanya kegiatan balap orang yang mengganggu kenyamanan warga dan kelancaran lalu lintas. Kami langsung melakukan klarifikasi dan pembinaan kepada pihak yang diduga terlibat,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan jalan nasional sebagai arena hiburan sangat berisiko, terlebih jalur tersebut memiliki intensitas kendaraan cukup tinggi pada malam hari. Berpotensi sebabkan lakalantas.
2. Polisi tegur pemilik angkringan

Polisi memberikan teguran keras agar kegiatan serupa tidak terulang. Pemilik angkringan diminta tidak lagi memfasilitasi aktivitas yang memanfaatkan badan jalan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.
Polisi juga mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan pemuda, untuk tidak menjadikan jalan raya sebagai tempat hiburan apalagi demi konten media sosial.
3. Imbauan saat Ramadan

Selain pembinaan, kepolisian mengajak masyarakat menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif menjelang bulan suci Ramadan.
"Kami mengimbau masyarakat agar memusatkan kegiatan pada hal-hal positif, terutama selama Ramadan. Jangan sampai hiburan yang tidak tepat justru merugikan diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.
Pemilik angkringan, miminta maaf kepada masyarakat dan pihak kepolisian atas lomba lari yang digelar di jalan raya tersebut. Ia mengakui kelalaiannya dan berjanji tidak akan mengulangi kegiatan serupa.
Terakhir, polisi berjanji akan meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah Maospati untuk mencegah kejadian serupa terulang.


















