7,7 Juta Warga Jatim Diprediksi Bakal Mudik Lebaran 2026

- Dishub Jawa Timur memprediksi sekitar 7,7 juta warga akan mudik Lebaran 2026, meningkat 5 persen dari tahun sebelumnya dengan puncak arus pada 17–18 Maret.
- Pemerintah menyiapkan ribuan armada transportasi darat, laut, dan udara termasuk 6.637 bus serta ratusan kereta, pesawat, dan kapal untuk mendukung kelancaran perjalanan.
- Pelabuhan Jangkar Situbondo jadi fokus antisipasi karena lonjakan penumpang saat Nyepi, disiapkan tambahan kapal dan program angkutan laut gratis bagi pemudik.
Surabaya, IDN Times - Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur memprediksi, 7,7 juta warga Jawa Timur akan melakukan mudik Lebaran 2026. Berbagai persiapan pun telah dilakukan pemerintah agar pelaksanaan mudik berjalan lancar.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono mengatakan, masa angkutan mudik Lebaran 2026 dimulai pada 17 hingga 31 Maret. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 17-18 Maret 2026.
"Persiapan dilakukan lebih awal, kami berkordinasi dengan Kementerian Perhubungan," ujar Nyono, Sabtu (21/2/2026).
Nyono menyebut, secara nasional diperkirakan lebih dari 100 juta orang melakukan perjalanan. Sementara Jawa Timur, pergerakan masyarakat yang melakukan mudik diprediksi mencapai sekitar 7,7 juta orang. "Angka tersebut merupakan prediksi selama masa angkutan Lebaran 2026 dan mengalami kenaikan sekitar 5 persen dibanding tahun sebelumnya," ungkapnya.
7,7 juta masyarakat tersebut menggunakan berbagai macam angkutan, mulai dari kereta api, bus, kapal, hingga pesawat. "Rinciannya, angkutan kereta api 2,92 juta penumpang, bus 2,67 juta penumpang, angkutan penyeberangan 1,23 juta penumpang, pesawat udara,756 ribu penumpang dan kapal laut: 150 ribu penumpang," terang dia.
Selama masa angkutan mudik Lebaran, pihaknya menyiapkan 6.637 unit bus, 148 rangkaian kereta api, 302 unit pesawat, 55 kapal laut, 71 kapal penyeberangan. "Untuk kendaraan pribadi, data kami peroleh dari kamera Artificial Intelligence (AI) yang dipasang di perbatasan Jawa Tengah–Jawa Timur dan Bali–Jawa Timur," kata dia.
Selain itu, pada masa angkutan Lebaran 2026, Dishub memprediksi kendaraan yang masuk di wilayah aglomerasi Surabaya Raya melalui jalan tol diperikirakan mencapai 251 kendaraan perhari. Sementara, kendaraan yang keluar diprediksi mencapai 33 kendaraan. "Data tol nantinya akan kami sinkronkan dengan Jasa Marga," ungkap dia.
Dishub Jatim juga mengantisipasi jalur laut. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Pelabuhan Jangkar, Situbondo. Pelabuhan tersebut diprediksi mengalami lonjakan sebab Pelabuhan Ketapang dilakukan penutupan dalam rangka Hari Raya Nyepi.
Pelabuhan Jangkar menjadi perhatian khusus karena saat Nyepi banyak warga Jawa Timur yang bekerja di Bali pulang kampung. Saat ini sudah tersedia 2 kapal tujuan Bawean dan 1 kapal tujuan Gili Iyang dan sekitarnya
Nyono menyebut, Gubernur telah mengusulkan tambahan 3 kapal yang berkapasitas 250 orang. Dengan begitu, ada penambahan kapasitas 750 penumpang per hari untuk angkutan kapal. "Selain itu, akan ada program angkutan laut gratis sebanyak 6 kali pelayaran mulai 8 Maret, dengan total kapasitas sekitar 3.000 orang," ungkap dia.


















