Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menhub: Mudik 2026 Berbarengan Nyepi, Pelabuhan Ketapang Jadi Atensi

Menhub: Mudik 2026 Berbarengan Nyepi, Pelabuhan Ketapang Jadi Atensi
Gubernur Jatim dan Menhub usai rapat kordinasi persiapan angkutan mudik Lebaran 2026. (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya Sih
  • Kemenhub memastikan kesiapan angkutan mudik Lebaran 2026 di Jawa Timur, dengan posko operasional berlangsung pada 13–29 Maret 2026 untuk menjaga kelancaran perjalanan masyarakat.
  • Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menjadi fokus utama karena Idulfitri bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, sehingga arus penyeberangan ke Bali diprediksi meningkat dan pelabuhan akan ditutup sementara saat Nyepi.
  • Korlantas Polri menyiapkan pengaturan lalu lintas seperti contra flow, oneway, dan ganjil genap, serta pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas guna mengurai kepadatan selama masa mudik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI memastikan angkutan mudik Lebaran Idulfitri 2026 di Jawa Timur berjalan lancar. Salah satu yang menjadi atensi khusus pada momen Lebaran tahun ini adalah Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Sebab Idulfitri bebarengan dengan Hari Raya Nyepi.

Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwagandhi saat rapat dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan posko angkutan lebaran 2026 akan mulai dilakukan pada 13-29 Maret 2026. Menhub memastikan seluruh angkutan Lebaran 2026 di Jawa Timur telah siap.

"Jadi kita nanti bersiap dalam melaksanakan operasionalnya di hari operasional, kami menetapkan posko itu akan dilakukan mulai dari tanggal 13 Maret hingga 29 Maret. Sehingga harapan kami dengan segala persiapan yang sudah diupayakan oleh Provinsi Jawa Timur dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," ujarnya di Gedung Negara Grahadi, Jumat (20/2/2026).

Titik-titik seperti penyebrangan kapal akan menjadi perhatian khusus, terutama di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Sebab, momen mudik Lebaran Idulfitri tahun ini bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Arus penyebrangan dari Banyuwangi ke Jembrana, Bali dan sebaliknya diprediksi bakal mengalami peningkatan.

"Titik-titik seperti tadi penyeberahan, juga kami akan melakukan pemetaan untuk menambah kapal dan sebagainya," ujarnya di Grahadi, Jumat (20/2/2026).

Nantinya, saat Hari Raya Nyepi, Pelabuhan Gili Ketapang bakal ditutup. Masyarakat diharapkan bisa mengatur jadwal agar tidak tiba di Pelabuhan Ketapang saat momen Hari Raya Nyepi.

"Nanti kita akan informasikan kepada masyarakat bahwa kapal tersebut, pelabuhan untuk sementara ditutup, sehingga masyarakat bisa mengatur jadwal perjalanannya mereka," katanya.

Selain di pelabuhan, titik-titik lain, seperti jalan tol hingga tempat wisata juga menjadi perhatian khusus. Di jalan tol akan dilakukan pengaturan contra flow oleh Korlantas Polri. Pengaturan ini dilakukan apabila terjadi kepadatan lalu lintas.

"Pemaksimalan jalur tol nanti dari Korlantas itu akan mengatur di antaranya contra flow, kemudian oneway, dan juga ganjil genap untuk melakukan jalur jumlah itu akan dilakukan secara terpadu dipandu oleh Korlantas. Nanti setiap Polda yang ada di Jawa itu akan dilakukan oleh Korlatas," ungkap dia.

Kemenhub juga bakal mengatur soal pembatasan angkutan barang selama posko mudik lebaran. Pembatasan dilakukan terhadap kendaraan dengan kategori sumbu tiga ke atas.

"Tidak melarang, tapi kami membatasi, jadi para pengusaha dapat menggunakan antisipasi kendaraan yang di bawah sumbu 3," tuturnya.

Dudy menuturkan, pada mudik Lebaran 2026 ini diprediksi akan ada 143,7 orang melakukan perjalanan. Jumlah tersebut menurun 1,75 persen dibandingkan 2025.

"Kalau secara nasional, berdasarkan survei ada 143,7 juta orang yang akan melakukan perjalanan. Lebih rendah 1,75 persen juga dibanding 2025. Namun kami mengantisipasi karena pada tahun kemarin kita survei itu 146 juta, namun pada realisasinya itu adalah 150 juta," pungkas dia.

Share
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More