Surabaya, IDN Times - Kejadian berdarah dialami anggota Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP), Tri Setia Bekti, Selasa (26/2) malam. Lengan tangan kirinya dibacok oleh salah seorang tidak dikenal saat akan melakukan penertiban di Pasar Keputran. Akibatnya, dia mengalami luka robek pada lengan kiri dan harus dibawa ke Rumah Sakit (RS) Dr. Soewandhi.
Anggota Satpol PP Dibacok, Risma Koordinasi dengan Polisi

1. Pembacokan di Pasar Keputran
Kejadian berdarah itu pun dibenarkan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Dia mengatakan memang ada kegiatan penertiban di Pasar Keputran oleh Satpol PP. Alhasil salah satu anggota kena aksi bacok. "Niatnya menertibkan," ujarnya saat di kediaman, Rabu (27/2).
2. Pelaku melarikan diri
Usai membacok korbannya, pelaku ini melarikan diri. Namun, Risma memastikan kalau identitasnya sudah terekam. Saat ini keberadaanya pun dimonitor oleh kepolisian. "Orang itu sekarang lari luar kota," ujar wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.
3. Langsung koordinasi dengan polisi
Untuk itu, pemkot segera berkoordinasi dengan Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya. Risma meminta pengamanan dari kepolisian ketika Satpol PP melakukan giat operasi. "Kami akan meminta pengamanan kepolisian, back up patroli ini," katanya.
4. Bekali Satpol PP HT dan rompi pelindung
Wali kota kelahiran Kediri ini memastikan Satpol PP Surabaya tetap akan menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Pahlawan. Saat ini aparat di bawah naungan pemkot itu sudah mempunyai 11 pos yang tersebar di seluruh kota. Setiap anggota dibekali alat komunikasi handy talkie (HT) dan rompi pelindung.
"Saya pengen kota ini aman. Kemarin izinnya susah (pegang pistol). Kita bekali HT. Pakai rompi pelindung juga," pungkas Risma.