Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Anggota Linmas di Malang Meninggal Dunia, Diduga Kelelahan Menjaga TPS
Suasana rumah duka Linmas di Malang yang meninggal akibat kelelahan menjaga TPS. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Malang, IDN Times - Petugas Kemanan Lingkungan Masyarakat (Linmas) bernama Marjani (67), warga Jalan Teluk Pelabuhan Ratu Gang Semar, Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang meninggal. Dia diduga meninggal karena kelelahan usai menjaga TPS 23 di Kelurahan Arjosari, Kota Malang. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Senin (19/2/2024) pukul 06.00 WIB.

1. Korban mengeluh meriang dan meninggal saat akan berangkat kerja

Suasana rumah duka Linmas di Malang yang meninggal akibat kelelahan menjaga TPS. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Istri korban, Siti Khoiriyah (56) menceritakan jika korban sebenarnya sudah tidak fit setelah berkerja sebagai Linmas di TPS 23 Kelurahan Arjosari, ia merasa tubuhnya meriang. Tapi ia harus berangkat kerja pada Senin (19/2/2024) pagi. Jadi ia tetap bersiap dengan mandi dan berpakaian rapi meskipun kondisinya tidak fit.

"Kata dokter kena asam lambung, dari dokter sudah enakan kemarin jadi mulai kegiatan biasa, makan juga biasa. Terus kemarin itu mau masuk (kerja) malam di Jalan Teluk Etna, mau masuk malam badannya terasa meriang, terus saya izinkan (berangkat)," terangnya saat ditemui di rumahnya pada Senin (19/2/2024).

Namun, saat akan berangkat kerja pagi tadi, Marjani tiba-tiba tidak sadarkan diri saat akan memanaskan sepeda motor. Siti menemukan suaminya sudah tak sadarkan diri di dekat sepeda motornya pada pukul 06.00 WIB. Ia pun memanggil adiknya untuk mengangkat Marjani. "Kami pindahkan bapak ke kamar, lalu panggil dokter yang datang ke rumah sekitar pukul 07.00 WIB. Kata dokter bapak sudah tidak ada, diikhlaskan saja," jelasnya.

2. Marjani bekerja menjaga TPS hampir 2 hari non-stop

Sosok Linmas di Malang yang meninggal akibat kelelahan menjaga TPS. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Siti mengungkapkan jika suaminya bekerja 2 hari non-stop untuk menjaga TPS. Korban berangkat pada tanggal 13 Februari 2024 malam dan baru pulang pada tanggal 15 Februari 2024 dini hari. "Bapak jaga di TPS itu mulai tanggal 13 (Februari) malam jam 20.00 WIB dan pulang tanggal 15 (Februari) jam 08.00 pagi," bebernya.

Setelah bertugas itu, korban merasa badannya kelelahan luar biasa. Jadi Siti membawa suaminya ke dokter untuk diperiksa. Dokter juga mengatakan jika korban mengalami kelelahan. "Katanya asam lambung, terus dokternya malah bilang nanti kalau belum sembuh kesini lagi gitu. Bapak enggak pernah punya riwayat asam lambung, cuma ada darah tinggi, tapi kemarin darahnya normal 130 saat diperiksa," jelasnya.

Berdasarkan keterangan rekan-rekan Linmas lain di TPS 23, korban hanya tidur selama seperempat jam selama 2 hari ini. Korban juga mengeluh masuk angin pada kawan-kawannya.

3. Keluarga Siti kini kehilangan tulang punggung keluarga

Suasana rumah duka Linmas di Malang yang meninggal akibat kelelahan menjaga TPS. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Kematian mendadak Marjani yang mendadak menjadi pukulan telak bagi keluarga Siti. Pasalnya Marjani adalah tulang punggung keluarga yang menopang perekonomian keluarga.

Santunan untuk Marjani juga tidak jelas akan diberikan atau tidak. Ia mengatakan belum mendapatkan informasi apapun terkait santunan. "Katanya mau diurus lebih lanjut (santunan), cuma Pak Lurah sama KPU kalau gak salah sudah ke sini. Tapi Pak Lurah ya gak memberi omongan," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article