Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
92 Hotspot Kepung Tahura Soerjo, 10.260 Meter Jaringan Pipa Air Rusak
Rapat koordinasi penanganan karhutla di posko Tahura Raden Soerjo, Hutan Cempaka, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Selasa (20/10/2026) malam. Dok. Pemprov Jatim.
  • Sebanyak 92 hotspot masih terdeteksi di Tahura Raden Soerjo, sementara 493 personel gabungan dikerahkan untuk pemadaman di Pasuruan, Mojokerto, Malang, dan Kota Batu.

  • Gubernur Khofifah menekankan keselamatan petugas melalui koordinasi, pemetaan medan, jalur evakuasi, serta perlindungan personel, setelah kebakaran Bromo menewaskan lima relawan dan melukai satu lainnya.

  • Karhutla merusak 10.260 meter jaringan pipa air di tiga desa Pasuruan; pemerintah menyiapkan distribusi air bersih, sumur bor, atau penyaluran dari sumber air.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
13–19 Oktober 2026

Sebanyak 493 personel gabungan dikerahkan untuk operasi pemadaman karhutla di Pasuruan, Mojokerto, Malang, dan Kota Batu.

Selasa (20/10/2026) malam

Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau penanganan karhutla di posko Tahura Raden Soerjo dan memimpin rapat koordinasi. Ia menekankan keselamatan petugas serta relawan dalam operasi pemadaman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran hutan dan lahan di Tahura Raden Soerjo masih ditandai 92 titik panas. Sebanyak 10.260 meter jaringan pipa air rusak di tiga desa Kabupaten Pasuruan.
  • Who?
    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, 493 personel gabungan, Manggala Agni, BPBD, Polri, relawan, masyarakat setempat, serta warga Desa Tambaksari, Jatiarjo, dan Dayurejo terlibat atau terdampak.
  • Where?
    Penanganan berlangsung di Tahura Raden Soerjo, termasuk posko Hutan Cempaka, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Operasi pemadaman juga mencakup Mojokerto, Malang, dan Kota Batu.
  • When?
    Khofifah meninjau posko dan memimpin rapat koordinasi pada Selasa malam, 20 Oktober 2026. Pengerahan 493 personel berlangsung selama 13–19 Oktober 2026.
  • Why?
    Penanganan diperkuat karena titik panas masih terdeteksi, api dapat berubah arah akibat angin kencang, keselamatan personel perlu dijaga, dan kerusakan pipa mengganggu pasokan air bersih warga.
  • How?
    Tim melakukan pemadaman, pembasahan, pemetaan medan, penyiapan jalur evakuasi, pemantauan personel, dan koordinasi lintas unsur. Pemprov Jatim mengajukan bantuan helikopter water bombing serta menyiapkan distribusi air bersih dan pemulihan jaringan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ada 92 titik api di hutan Tahura Raden Soerjo. Banyak petugas dan relawan berusaha memadamkan api. Bu Khofifah mengingatkan mereka supaya hati-hati karena angin bisa membuat api cepat pindah. Lima relawan di Bromo meninggal. Pipa air di tiga desa juga rusak, jadi pemerintah sedang membantu air bersih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tantangan kebakaran, penanganan di Tahura Raden Soerjo memperlihatkan perhatian yang kuat pada keselamatan relawan dan kebutuhan warga. Pengerahan 493 personel lintas unsur, koordinasi pemetaan serta evakuasi, pengajuan dukungan udara, dan persiapan distribusi maupun pemulihan air bersih mencerminkan upaya gotong royong yang terarah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pasuruan, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur (Jatim) belum sepenuhnya terkendali. Sebanyak 92 titik panas atau hotspot masih terdeteksi di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo. Di tengah upaya pemadaman, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan agar keselamatan petugas dan relawan tidak dikorbankan demi mengejar api.

Peringatan itu disampaikan Khofifah saat meninjau langsung penanganan karhutla di posko Tahura Raden Soerjo, Hutan Cempaka, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Selasa (20/10/2026) malam. Dalam kunjungannya, Khofifah memimpin rapat koordinasi untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan dengan memperhitungkan kondisi medan, perkembangan api, arah angin, serta keamanan personel.

"Tentu yang harus kita lakukan sekarang kewaspadaan dan kehati-hatian para relawan," ujar Khofifah seusai rapat koordinasi.

Peringatan tersebut bukan tanpa alasan. Penanganan karhutla di kawasan Gunung Bromo sebelumnya menelan korban enam orang relawan. Lima orang meninggal dunia, sedangkan satu orang lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Khofifah menyampaikan duka cita atas meninggalnya lima relawan. Ia menyebut Dinas Sosial dan BPBD Jatum telah mendatangi lima rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Sementara biaya perawatan korban yang masih dirawat ditanggung Pemprov Jatim. "Kita semua berduka. Ada enam relawan terdampak, lima meninggal dunia. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Per hari ini Dinas Sosial dan BPBD Jatim sudah takziyah ke lima rumah duka," katanya.

Menurut Khofifah, kencangnya embusan angin menjadi salah satu faktor yang membuat penanganan kebakaran di kawasan Bromo berujung fatal. Api dapat menjalar atau berubah arah dengan cepat, bahkan ketika petugas berada di luar area kebakaran yang sebelumnya teridentifikasi.

"Yang di Bromo itu sesungguhnya mereka tidak di area karhutla. Ada karhutla yang anginnya kencang sehingga kecepatan angin itu tidak bisa dimitigasi secara lebih aman," ungkapnya.

Khofifah meminta seluruh unsur yang terlibat memperkuat koordinasi, mulai dari Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, pemerintah desa, kecamatan, hingga jajaran TNI-Polri. Pemetaan medan, jalur evakuasi, komunikasi antartim, perlengkapan pelindung, dan pemantauan kondisi petugas harus menjadi bagian dari operasi pemadaman.

"Koordinasi dengan apakah Manggala Agni ataukah MPA, ataukah relawan yang lain dengan kepala desa, camat dan semua jajaran TNI-Polri yang sudah memiliki pemetaan dengan baik, maka bisa melakukan langkah-langkah pengamanan dan pemadaman maupun pembasahan," jelasnya.

Berdasarkan laporan Dinas Kehutanan Jatim, sebanyak 493 personel gabungan terlibat dalam operasi pemadaman selama periode 13–19 Oktober 2026. Mereka diterjunkan di wilayah Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Personel tersebut terdiri atas polisi kehutanan, Manggala Agni, BPBD, Polri, penyuluh kehutanan, Masyarakat Peduli Api, relawan, dan masyarakat setempat.

Di tengah pengerahan personel, Khofifah juga mendorong percepatan penanganan melalui dukungan udara. Pemprov Jatim telah mengomunikasikan permohonan bantuan helikopter untuk melakukan water bombing atau pengeboman air dari udara.

"Kita sudah mengomunikasikan agar mendapatkan perbantuan heli untuk melakukan water bombing. Saya rasa kalau ada water bombing kita bisa lebih efektif, dan tentu hujan," katanya.

Tak hanya mengancam kelestarian hutan, kebakaran di Tahura Raden Soerjo turut berdampak pada pasokan air bersih masyarakat di desa-desa penyangga. Laporan penanganan mencatat total 10.260 meter jaringan pipa air terdampak atau rusak di tiga desa di Kabupaten Pasuruan. Rinciannya, 4.000 meter pipa di Desa Tambaksari, 3.750 meter di Desa Jatiarjo, dan 2.510 meter di Desa Dayurejo.

Khofifah menyebut pemenuhan kebutuhan air bersih harus berjalan bersamaan dengan penanganan kebakaran. Untuk jangka pendek, distribusi air bersih perlu dilakukan. Sementara untuk jangka panjang, pemerintah menyiapkan upaya pemulihan pasokan melalui sumur bor atau penyaluran air dari sumber yang memungkinkan.

"Ada ikhtiar yang akan sama-sama kita lakukan. Kalau sumur bor nanti Pak Bupati, kalau Pemprov karena kita sudah melakukan di banyak tempat, itu kalau sumbernya ada kita tarik melalui pipa. Intinya pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat semaksimal mungkin kita ikhtiarkan untuk bisa terpenuhi," tuturnya.

Tahura Raden Soerjo memiliki luas 27.868,30 hektare, membentang di enam kabupaten/kota, serta memiliki 57 desa penyangga. Kawasan ini berperan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati, menyimpan karbon, dan melindungi sumber air bagi masyarakat.

Khofifah meminta upaya pemadaman disertai perlindungan kawasan tangkapan air dan vegetasi di sekitar mata air. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran di dalam maupun sekitar kawasan hutan, mematuhi pembatasan akses, serta segera melaporkan kemunculan api atau asap kepada petugas.

"Yang kita perjuangkan adalah keselamatan manusia dan keberlanjutan kehidupan. Petugas harus terlindungi, warga harus aman, dan sumber air harus tetap terjaga. Inilah tanggung jawab bersama yang harus kita jalankan dengan gotong royong," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article