Surabaya, IDN Times - Sebanyak 70 aduan belanja online atau terkait transaksi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) diterima Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jawa Timur (Jatim) sepanjang Januari hingga Juni 2025. Laporan yang diadukan itu beragam masalah. “Laporan ini menjadi yang tertinggi dibandingkan jenis aduan lainnya,” kata Ketua YLPK Jatim Said Sutomo via telepon, Rabu (23/7/2025).
Sementara masalah belanja online yang diadukan mayoritas ialah barang yang diterima tidak sesuai pesanan. Kemudian ada juga keterlambatan proses pengiriman, hingga barang yang sama sekali tidak dikirim kepada pembeli.
Bahkan, lanjut Said, terdapat satu laporan dari konsumen yang mengaku mengalami kerugian hingga Rp125 juta akibat barang yang tidak kunjung dikirim oleh penjual daring. Berdasarkan penaksiran YLPK Jatim, kerugian konsumen dari puluhan laporan transaksi daring yang diterima pada semester pertama tahun ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
“Banyak konsumen yang sudah menyampaikan aduan ke aplikator, tapi tidak mendapat respons. Akibatnya, uang konsumen hilang,” kata Said.
Lebih lanjut, YLPK Jatim juga menghadapi kendala untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Pasalnya, mayoritas pedagang yang diadukan tidak memiliki kelengkapan data usaha, seperti spesifikasi barang atau jasa yang diperdagangkan, kejelasan pengiriman, hingga identitas pedagang yang sah.
“Bahkan banyak yang identitas pedagangnya saja tidak ada. Tidak jelas,” ungkap Said.
Hal ini membuat YLPK kesulitan untuk mengirimkan surat permintaan tanggung jawab kepada pihak penjual. Di sisi lain, sejumlah aplikator marketplace yang difasilitasi untuk jual beli daring juga dinilai kurang responsif dan cenderung mengabaikan keluhan konsumen.
Padahal, praktik jual beli daring yang tidak memenuhi ketentuan ini bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Said menegaskan, aturan tersebut sudah memuat sanksi yang jelas bagi pelanggar, yakni pidana penjara maksimal 12 tahun dan denda hingga Rp12 miliar.
Untuk itu, Said berharap pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dapat turun tangan dan menertibkan penjual yang tidak jelas legalitas dan identitasnya di platform daring.
“Komdigi harus mempertegas regulasi, termasuk kepada penyedia aplikasi. Misalnya mewajibkan alamat pedagang dan spesifikasi barang yang diperdagangkan. Komdigi juga perlu bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan untuk memastikan semua pedagang daring memiliki sertifikat usaha,” pungkasnya.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Ada 70 Aduan Belanja Online Sepanjang Semester 1 2025, Kerugian Miliaran

ilustrasi belanja online (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Curated For You
- Inpres Efisiensi Belanja, Pj Gubernur Segera Terapkan di Pemprov28 Jan 2025, 16:08 WIB
Editorial Team
EditorFaiz Nashrillah
Related Article
2.000 Personel Siaga, Muktamar NU ke-35 Siap Sambut 200 Ribu Tamu23 Jul 2026, 17:49 WIB
Dua Lansia Disabilitas di Magetan Bertahan di Rumah Lapuk23 Jul 2026, 17:03 WIB
Korban Tewas Kecelakaan Mobil Masuk Jurang di Madiun Bertambah23 Jul 2026, 16:57 WIB
Motor "Si Biru Gesit" Raib, Guru Honorer Berjuang Cari Keadilan23 Jul 2026, 16:12 WIB
Blokade Jalan dan Bakar Ban, Aliansi Madura Indonesia Tuntut Febrie Diadili23 Jul 2026, 15:45 WIB
Kisah Zahira, Difabel Daksa yang Menembus Unesa23 Jul 2026, 13:50 WIB
1 ASN Jatim Nekat Ajukan Izin Poligami, Berasal dari Tulungagung23 Jul 2026, 13:13 WIB
Dugaan Korupsi KBS, Sudah Terendus Sejak Zaman Risma23 Jul 2026, 12:25 WIB
Pasca Korupsi Eks Dirut, KBS Klaim Perawatan Satwa Kini Lebih Ketat23 Jul 2026, 11:12 WIB
Nonton Persebaya di Piala Presiden? Tiket Rp50 Ribu Semua Kategori23 Jul 2026, 10:13 WIB
Seremnya Perlintas Mengkreng Tak Ditutup saat Kereta Lewat, Ini Kata KAI23 Jul 2026, 08:26 WIB
Mobil Rombongan Takziah Terjun ke Jurang di Madiun, 1 Tewas23 Jul 2026, 08:07 WIB
Hiace Tabrak Truk di Tol Malang, 3 Orang Meninggal22 Jul 2026, 22:35 WIB
Kementan Borong Alsintan dan Benih Jagung Inovasi ITS22 Jul 2026, 20:37 WIB
Dampak Perang: Harga Lampu Naik 15 Persen, Tapi Penjualan Tumbuh22 Jul 2026, 18:50 WIB
Jatim Turunkan 45 Siswa di LKS Nasional, Fokus Sapu Prestasi22 Jul 2026, 17:28 WIB
Karya Santri Menganyam Harapan hingga Menyeberang Pulau22 Jul 2026, 17:27 WIB
5 Pemuda di Probolinggo Lempar Bondet, Satu Orang Terluka 22 Jul 2026, 17:24 WIB
Sopir Minibus di Sampang Lecehkan Siswa SMA saat Berangkat Sekolah22 Jul 2026, 17:23 WIB
Gunung Lawu Siaga Karhutla, 4,5 Km Sekat Bakar Mulai Dibuat22 Jul 2026, 16:45 WIB