Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
600 Hektare Semeru Terbakar, Helikopter BNPB Bom 21 Ribu Liter Air
Proses water bombing karhutla Semeru. Dok. BPBD Jatim.
  • Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Semeru sejak 26 Agustus 2026 telah berdampak sekitar 600 hektare, dengan dua titik api masih menyala di Ranu Kumbolo dan Ranu Pane B29.
  • BPBD Jawa Timur mengerahkan helikopter BNPB untuk water bombing di area sulit dijangkau; hingga pukul 12.00 WIB, 21 penerbangan menjatuhkan total 21.000 liter air.
  • Angin kencang mempercepat rambatan api dan menghambat ketepatan water bombing, sementara tim gabungan melakukan pemadaman manual serta membuat sekat bakar untuk mencegah api mendekati permukiman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
26 Agustus 2026

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Semeru mulai terpantau.

Rabu (2/9/2026)

Luas lahan terdampak mencapai sekitar 600 hektare. BPBD Jawa Timur mengerahkan helikopter BNPB untuk melakukan water bombing.

Hingga pukul 12.00 WIB

Helikopter PK-DAP telah melakukan 21 kali water bombing dan menjatuhkan total 21.000 liter air ke area terbakar.

Hingga saat ini

Dua titik api masih menyala di kawasan Ranu Kumbolo dan Ranu Pane B29. Angin kencang mempercepat rambatan api serta menghambat operasi pemadaman udara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Semeru telah berdampak sekitar 600 hektare. Dua titik api masih menyala di sekitar Ranu Kumbolo dan Ranu Pane B29.
  • Who?
    BPBD Jawa Timur, BNPB dengan helikopter PK-DAP, serta tim gabungan di lapangan melakukan pemadaman. Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto menyampaikan kondisi operasi.
  • Where?
    Kebakaran terjadi di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, termasuk Ranu Kumbolo, Ranu Pane B29, dan tebing punggungan Desa Ranupane, Kecamatan Senduro.
  • When?
    Kebakaran terpantau sejak 26 Agustus 2026. Operasi water bombing dilakukan pada Rabu, 2 September 2026, dengan catatan 21 kali pengeboman air hingga pukul 12.00 WIB.
  • Why?
    Helikopter dikerahkan karena titik api berada di lokasi jauh dan curam yang sulit dijangkau dari darat. Pemadaman juga ditujukan untuk mencegah api merambat mendekati permukiman warga.
  • How?
    Helikopter menjatuhkan total 21.000 liter air dalam 21 kali water bombing. Tim darat melakukan pemadaman manual dan membuat sekat bakar, sementara angin kencang menghambat operasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Hutan di Gunung Semeru terbakar sejak 26 Agustus. Api kena sekitar 600 hektare tanah. Masih ada dua api di Ranu Kumbolo dan Ranu Pane B29. Helikopter BNPB menjatuhkan 21 ribu liter air. Petugas juga memadamkan api dari darat. Angin kencang membuat api cepat menyebar dan susah dipadamkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah medan curam dan angin kencang, respons penanganan kebakaran menunjukkan upaya yang terkoordinasi: helikopter telah menjatuhkan 21.000 liter air untuk menjangkau titik api terpencil, sementara tim darat membangun sekat bakar dan melakukan pemadaman manual. Kombinasi ini secara langsung diarahkan untuk membatasi rambatan api, terutama menuju permukiman warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lumajang, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, kian serius. Luas lahan terdampak sejak 26 Agustus 2026 hingga Rabu (2/9/2026) telah mencapai sekitar 600 hektare. Dua titik api masih menyala di kawasan Ranu Kumbolo dan Ranu Pane B29, yang dikenal sulit dijangkau melalui jalur darat.

Untuk mempercepat pemadaman, BPBD Jawa Timur mulai mengerahkan helikopter milik BNPB melakukan water bombing dari udara, Rabu (2/9/2026). Helikopter PK-DAP yang didatangkan dari Lampung langsung diterjunkan ke kawasan bagian barat Pos 1 Pendakian, tepatnya di tebing punggungan Desa Ranupane, Kecamatan Senduro.

Hingga pukul 12.00 WIB, helikopter tersebut telah melakukan 21 kali water bombing. Dengan kapasitas bucket mencapai 1.000 liter sekali angkut, total 21.000 liter air telah dijatuhkan ke area yang terbakar.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan, pengerahan helikopter menjadi langkah percepatan karena terdapat titik api yang lokasinya jauh, curam, dan sulit dijangkau tim pemadam dari darat.

“Hingga saat ini masih ada dua titik api yang masih menyala di kawasan Gunung Semeru, yakni di sekitaran Ranu Kumbolo dan di Ranu Pane B29, yang lokasinya jauh, curam dan sulit dijangkau dari darat,” ujarnya tertulis kepada IDN Times.

Namun, operasi pemadaman dari udara juga menghadapi ancaman alam. Angin kencang di kawasan Semeru membuat api lebih cepat menjalar sekaligus menyulitkan helikopter menjatuhkan air secara presisi ke titik kebakaran.

“Kendala di lokasi adalah angin yang kencang. Selain membuat api cepat menjalar, operasi water bombing juga terkendala akibat hempasan angin,” ungkapnya.

Pemadaman pun tidak hanya mengandalkan helikopter. Tim gabungan di lapangan tetap melakukan operasi melalui jalur darat dengan pemadaman manual dan membuat sekat bakar. Langkah tersebut dilakukan untuk memutus jalur rambatan api, terutama agar kebakaran tidak bergerak mendekati permukiman warga.

Data Pusdalop BPBD Jatim mencatat, sejak kebakaran mulai terpantau pada 26 Agustus 2026, luasan kawasan yang terdampak telah mencapai sekitar 600 hektare. Angka tersebut menunjukkan besarnya tantangan yang dihadapi petugas untuk mengendalikan karhutla di kawasan Gunung Semeru.

Gatot berharap kondisi cuaca, khususnya angin, lebih bersahabat agar operasi water bombing dapat dilakukan secara maksimal. “Semoga besok cuacanya lebih mendukung, karena angin yang kencang mempengaruhi keamanan unit helikopter saat melakukan operasi water bombing,” harapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article