Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
60 Remaja di Sidoarjo Terpapar HIV/AIDS
Mohammed Hasan HIV

Surabaya, IDN Times - Sebanyak 60 remaja di Sidoarjo terpapar kasus Human Immunodeficiency Virus( HIV)/ Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Angka tersebut tercatat dari tahun 2001 sampai 2026.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, mencatat 7.230 kasus HIV di Kabupaten Sidoarjo sejak 2001 hingga Juni 2026. Sebanyak 1.708 orang meninggal dunia, sementara 810 lainnya berstatus Lost to Follow-up (LFU).

Dari 810 kasus LFU, sebanyak 565 merupakan warga luar Sidoarjo, 52 orang menghentikan pengobatan, sedangkan 193 lainnya tidak berhasil ditemukan.

Kasus HIV didominasi kelompok usia di atas 25 tahun dengan 6.047 kasus. Selain itu, tercatat 1.006 kasus pada usia 18 - 24 tahun, 60 kasus usia 11 - 17 tahun, dan 117 kasus usia 0 - 10 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sidoarjo, dokter Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan, kasus tersebut terjadi pada anak remaja usia 11-17 tahun.

"Kalau pelajar bisa kita klasifikasikan dari usia 11 sampai dengan 17 tahun. Jadi kalau dari data kami angkanya adalah 60 kasus, ini sejak 2001 sampai Juni 2026," ujarnya, Jumat (24/7/202).

Ia menyebut, dalam kasus itu 7 di antarnya telah meninggal dunia. Sehingga tersisa 53 anak yang rutin menjalani perawatan medis Antiretroviral (ARV) rutin. "Jadi saat ini tinggal 53 orang untuk usia 11 sampai dengan 17 tahun (yang terpapar HIV)," ungkap dia.

Lakhsmie memastikan , anak-anak yang terpapar HIV/AIDS ini telah mendapat pendampingan rutin dari tenaga medis. Hal ini untuk memastikan, mereka mendapat penanganan yang baik.

"Prinsipnya kami selain dari Dinkes dan sejawat melakukan pendampingan kepada mereka yang dinyatakan ODHIV," terangnya.

Dengan pemantauan rutin ini, diharapkan penyebaran kasus HIV/AID bisa terkontrol dan resiko penularan pun bisa diminimalisir. "Ketika dilakukan pemeriksaan, viral load sudah semakin sedikit, bahkan tidak terdeteksi lagi sehingga tidak berisiko menularkan. Yang terpenting yang bersangkutan tetap rajin minum ARV," pungkas dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article