Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Rekomendasi Beasiswa Pendanaan Riset untuk S1 dan S2

 5 Rekomendasi Beasiswa Pendanaan Riset untuk S1 dan S2
Ilustrasi graduation (Pexels.com/AINNNEK)
Intinya Sih
  • Artikel membahas pentingnya riset dalam dunia akademik serta meningkatnya dukungan pendanaan dari lembaga pemerintah dan non-pemerintah bagi mahasiswa S1 dan S2 di Indonesia.
  • Lima program beasiswa riset direkomendasikan: Baznas, Degree by Research BRIN–LPDP, Harry Diah–AAJI, MEXT Jepang, dan Nutrifood Research Center Fellowship dengan fokus bidang berbeda.
  • Setiap program menawarkan bantuan dana penelitian, publikasi ilmiah, hingga pendampingan akademik dengan syarat umum berupa proposal riset relevan dan komitmen menyelesaikan penelitian tepat waktu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Riset merupakan salah satu komponen penting dalam perkembangan dunia akademik. Melalui riset, pengetahuan dapat terus berkembang untuk menjawab berbagai permasalahan yang muncul dari suatu fenomena. Oleh karena itu, bidang riset perlu mendapat perhatian dan dukungan yang memadai. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah penyediaan alokasi dana untuk keperluan penelitian akademik.

Saat ini, berbagai lembaga, baik pemerintah maupun non-pemerintah, semakin menyadari pentingnya riset dan telah menyediakan pendanaan untuk kegiatan penelitian. Hal ini membuka peluang bagi mahasiswa yang memiliki ide atau proposal penelitian untuk mengajukan pendanaan guna mendukung pelaksanaan riset secara optimal. Berikut beberapa rekomendasi beasiswa pendanaan riset untuk jenjang S1 dan S2 di Indonesia.

1. Beasiswa Riset Baznas

Ilustrasi mahasiswa Universitas Islam
Ilustrasi mahasiswa Universitas Islam (Pexels.com/Monstera Production)

Beasiswa Riset Baznas merupakan program dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang bertujuan mendorong kajian ilmiah tentang zakat dan dampaknya bagi masyarakat. Secara umum, beasiswa ini menyasar mahasiswa (S1 akhir, S2, hingga S3) serta peneliti yang memiliki minat pada isu zakat, filantropi Islam, dan pembangunan sosial-ekonomi berbasis syariah. Tema riset yang didukung biasanya mencakup pengelolaan zakat, efektivitas distribusi, pemberdayaan mustahik, digitalisasi zakat, hingga integrasi zakat dengan kebijakan ekonomi nasional. Program ini diharapkan menghasilkan rekomendasi berbasis riset yang bisa diterapkan dalam praktik pengelolaan zakat di Indonesia.

Penerima beasiswa yang ditargetkan umumnya mendapatkan bantuan dana penelitian, biaya publikasi, serta pendampingan akademik (mentoring atau supervisi). Sementara itu, program ini memiliki alur yang dimulai dari pembukaan pendaftaran, seleksi administrasi dan substansi proposal, penetapan penerima, pelaksanaan riset dalam beberapa bulan, hingga pelaporan dan publikasi hasil. Syarat umumnya meliputi status sebagai mahasiswa semester akhir yang mengerjakan tugas akhir dan peneliti aktif, yang memiliki proposal riset yang relevan dengan tema Baznas. Selain itu, pendaftar diharapkan berkomitmen menyelesaikan penelitian tepat waktu, serta memenuhi ketentuan administratif seperti surat rekomendasi atau persetujuan institusi.

2. Degree by Research (BRIN & LPDP)

ilustrasi mahasiswa
ilustrasi mahasiswa (Pexels.com/Armin Rimoldi)

Program Degree by Research (DBR) hasil kolaborasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) adalah skema beasiswa yang menekankan pendidikan berbasis riset penuh (tanpa perkuliahan reguler yang dominan). Program ini ditujukan bagi lulusan S1 atau S2 yang ingin melanjutkan studi magister (S2) atau doktor (S3) dengan fokus menghasilkan karya ilmiah dan inovasi, biasanya terhubung langsung dengan proyek riset prioritas nasional. Sasaran utamanya adalah calon peneliti, akademisi, dan praktisi yang ingin berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Tema riset mengikuti agenda strategis nasional, seperti ketahanan pangan, energi, kesehatan, transformasi digital, hingga isu lingkungan dan keberlanjutan.

Dari sisi dukungan, peserta DBR memperoleh pembiayaan penuh dari LPDP yang mencakup biaya pendidikan, tunjangan hidup, dana penelitian, publikasi, hingga kemungkinan mobilitas riset (dalam/luar negeri), sementara BRIN menyediakan ekosistem riset, fasilitas laboratorium, dan supervisi peneliti. Timeline umumnya meliputi pendaftaran, seleksi administratif dan substansi (proposal serta kesiapan riset), penetapan penerima, lalu pelaksanaan riset hingga penyelesaian tesis/disertasi berbasis publikasi. Syarat umum meliputi kualifikasi akademik sesuai jenjang, proposal riset yang selaras dengan fokus BRIN, kemampuan bahasa (jika diperlukan), serta komitmen untuk menyelesaikan studi tepat waktu dan berkontribusi pada riset nasional.

3. Beasiswa Penelitian Harry Diah – AAJI

Female Student Reading Business Book in Library
ilustrasi jurusan bisnis (Pexels.com/MBA Classroom)

Beasiswa Penelitian Harry Diah – AAJI adalah program dukungan riset yang diselenggarakan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) untuk mendorong kajian akademik di bidang industri asuransi jiwa. Secara umum, beasiswa ini menyasar mahasiswa S1 tingkat akhir, S2, hingga peneliti yang tertarik pada topik seperti literasi keuangan, inklusi asuransi, manajemen risiko, aktuaria, serta perkembangan industri asuransi di Indonesia. Tema riset biasanya diarahkan pada kontribusi asuransi terhadap perekonomian, perlindungan masyarakat, serta inovasi produk dan regulasi di sektor keuangan, sehingga hasil penelitian diharapkan relevan bagi praktisi maupun pembuat kebijakan.

Dari sisi dukungan, penerima beasiswa umumnya memperoleh bantuan dana penelitian, insentif penyusunan karya ilmiah, serta peluang publikasi atau diseminasi hasil riset melalui forum yang difasilitasi AAJI. Timeline program biasanya mencakup tahap pendaftaran, seleksi proposal, penetapan penerima, pelaksanaan riset dalam periode tertentu, hingga pelaporan akhir. Syarat umum meliputi status sebagai mahasiswa atau peneliti aktif, pengajuan proposal riset yang sesuai dengan tema yang ditentukan, serta kelengkapan administrasi seperti surat rekomendasi dan komitmen menyelesaikan penelitian tepat waktu.

4. MEXT Research Student (Jepang)

Ilustrasi beasiswa
Ilustrasi beasiswa (Pexels.com/olia danilevich)

Selanjutnya ada program beasiswa dari Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology (MEXT) yang dirancang khusus untuk studi berbasis riset di universitas Jepang. Skema ini biasanya menjadi jalur awal bagi calon mahasiswa S2 atau S3, di mana peserta memulai sebagai research student (non-degree) untuk melakukan penelitian di bawah bimbingan profesor sebelum melanjutkan ke program gelar. Sasaran utamanya adalah lulusan S1 (untuk jalur S2) atau S2 (untuk jalur S3) yang memiliki proposal riset kuat dan minat pada bidang akademik tertentu. Tema riset sangat luas, mencakup sains, teknik, sosial, humaniora, hingga interdisipliner, selama sesuai dengan bidang yang tersedia di universitas tujuan di Jepang.

Dari sisi dukungan, beasiswa ini mencakup biaya kuliah penuh, tunjangan hidup bulanan hingga ¥143.000/bulan, tiket pesawat pulang-pergi, serta pembebasan biaya ujian masuk. Timeline umumnya dimulai dari pendaftaran (melalui Kedutaan Besar Jepang atau jalur universitas), seleksi administrasi, tes tertulis dan wawancara, hingga penempatan di universitas Jepang sebelum keberangkatan. Syarat umum meliputi kewarganegaraan non-Jepang, usia maksimal tertentu (biasanya sekitar 35 tahun), latar belakang akademik yang relevan, proposal riset yang jelas, serta kemampuan bahasa Inggris atau Jepang sesuai kebutuhan program. Setelah masa riset awal, peserta biasanya mengikuti ujian masuk untuk melanjutkan ke jenjang gelar (S2/S3).

5. Nutrifood Research Center (NRC) Fellowship (S1 & S2)

kelulusan
ilustrasi kelulusan (Pexels.com/Sun)

Nutrifood Research Center (NRC) Fellowship (S1 & S2) adalah program beasiswa riset dari Nutrifood Research Center, bagian dari Nutrifood, yang bertujuan mendorong penelitian di bidang gizi, kesehatan, dan gaya hidup seimbang. Program ini menyasar mahasiswa S1 tingkat akhir dan S2 yang sedang atau akan menyusun skripsi/tesis dengan topik relevan, seperti nutrisi, kesehatan masyarakat, metabolisme, penyakit tidak menular (misalnya obesitas atau diabetes), serta edukasi gaya hidup sehat. Fokus riset diarahkan pada isu-isu aktual yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat Indonesia, sehingga hasil penelitian diharapkan aplikatif dan berbasis sains.

Dari sisi dukungan, penerima fellowship biasanya mendapatkan dana penelitian hingga Rp50 juta, insentif penyusunan karya ilmiah, serta pendampingan atau eksposur melalui komunitas NRC (misalnya seminar atau publikasi). Timeline program umumnya mencakup tahap pendaftaran, seleksi proposal, pengumuman penerima, pelaksanaan riset selama beberapa bulan, hingga pelaporan akhir. Syarat umum meliputi status sebagai mahasiswa aktif S1/S2, memiliki proposal penelitian yang sesuai dengan fokus NRC, serta kelengkapan administrasi seperti CV, transkrip, dan komitmen menyelesaikan penelitian tepat waktu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
IDN Times Hyperlocal
Faiz Nashrillah
IDN Times Hyperlocal
EditorIDN Times Hyperlocal
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More