Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pancaroba Mode On! Cuaca Jatim Bikin Bingung Pekan Ini

Pancaroba Mode On! Cuaca Jatim Bikin Bingung Pekan Ini
Kondisi hujan di kawasan Sumur Welut Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
Intinya Sih
  • BMKG memprediksi cuaca Jawa Timur didominasi hujan ringan sepanjang 4–10 Mei 2026, meski sudah memasuki masa peralihan musim.
  • Kondisi atmosfer netral dengan pengaruh anomali suhu laut dan gelombang MJO menyebabkan pembentukan awan hujan di beberapa wilayah.
  • BMKG mengimbau masyarakat waspada perubahan cuaca, menjaga kesehatan saat pancaroba, serta bijak menggunakan air dan mencegah kebakaran lahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Cuaca di Jawa Timur (Jatim) selama sepekan ke depan diprediksi masih didominasi hujan ringan, meski sudah mulai masuk masa peralihan musim. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga tetap waspada perubahan cuaca yang cenderung tidak stabil.

Berdasarkan prakiraan BMKG Juanda, periode 4 - 10 Mei 2026 menunjukkan mayoritas wilayah Jatim akan mengalami hujan ringan hampir setiap hari. Hanya pada Rabu (6/5/2026), kondisi cuaca diperkirakan berkabut atau berasap.

Prakirawan BMKG Kelas I Juanda, Rendi Irawadi, menjelaskan kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer yang cenderung netral, namun tetap mendukung pembentukan awan hujan.

“Secara umum ENSO dan IOD tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan awan konvektif di Jawa Timur,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Meski begitu, faktor lain seperti anomali suhu muka laut dan aktifnya gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) turut berperan dalam pembentukan awan hujan di wilayah Jatim.

BMKG juga mencatat angin di lapisan rendah mulai didominasi dari arah timur dengan kecepatan hingga 20 knot. Kondisi ini menandakan mulai masuknya monsun timuran yang membawa udara lebih kering dari Australia, namun masih disertai potensi hujan lokal.

Bagi yang aktif beraktivitas di luar, kondisi ini bikin cuaca terasa “random”, panas di siang hari, tapi bisa tiba-tiba hujan ringan di sore atau malam. BMKG pun mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan selama masa pancaroba, karena perubahan cuaca berpotensi memicu penyakit.

Selain itu, juga diminta bijak menggunakan air bersih serta waspada potensi kebakaran lahan akibat mulai mengeringnya udara. “Selalu update informasi cuaca sebelum beraktivitas agar tetap aman dan nyaman,” pungkas Rendi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More