Ini Hasil Visum Autopsi Kematian Kades Buncitan Sidoarjo

- Polisi Sidoarjo merilis hasil visum dan autopsi Kepala Desa Buncitan, menunjukkan tidak ada tanda kekerasan fisik namun ditemukan luka jerat di leher serta cairan sperma.
- Rekaman CCTV memperlihatkan korban beraktivitas sendiri di balai desa, mengambil selang, dan masuk ke ruang kerja sebelum akhirnya ditemukan meninggal oleh petugas kebersihan.
- Ponsel korban menunjukkan riwayat pencarian tentang cara mengakhiri hidup dan teknik simpul tali, yang kini menjadi bahan pendalaman penyelidikan polisi.
Sidoarjo, IDN Times - Polisi mengungkap hasil visum dan autopsi terkait kematian Kepala Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo berinisial M. Dari pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban, namun terdapat temuan cairan sperma.
Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Siko Sesaria Putra Suma, mengatakan pemeriksaan dilakukan di RS Bhayangkara Porong dengan metode visum et repertum serta autopsi atas izin keluarga.
“Dari hasil pemeriksaan, korban mengenakan kaos kuning, terdapat luka jerat di leher, dan ditemukan cairan sperma di kemaluan korban. Namun tidak ditemukan tanda kekerasan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, jeratan di leher korban memiliki lingkar sekitar 49 cm, dengan selang sepanjang kurang lebih 80 cm yang digunakan sebagai alat penjerat. Polisi juga memastikan temuan tersebut telah disandingkan dengan rekaman CCTV serta keterangan saksi.
Dari hasil penyelidikan, korban diketahui datang ke balai desa pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 10.52 WIB. Selang satu menit kemudian, korban masuk ke kamar mandi masih mengenakan jaket dan helm.
“Sekitar pukul 11.06, korban terlihat mondar-mandir, mengambil selang, menarik, dan memotongnya. Semua terekam jelas di CCTV,” jelasnya.
Selanjutnya, pada pukul 12.52 WIB, korban terlihat keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kaos kuning, lalu masuk ke ruang kepala desa dua menit kemudian. Korban diperkirakan masih dalam kondisi hidup pada saat itu.
Korban kemudian ditemukan oleh petugas kebersihan sekitar pukul 16.22 WIB dalam kondisi tidak bernyawa di ruang kerjanya. Hasil autopsi menunjukkan adanya luka jeratan di leher yang melintang dari sisi kanan ke kiri sepanjang sekitar 40 cm dan mengarah ke atas. Selain itu, ditemukan resapan darah pada otot leher serta patah tulang saluran napas di sisi kiri.
“Dari pemeriksaan luar dan dalam, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Waktu kematian diperkirakan antara tiga hingga delapan jam sebelum pemeriksaan,” ungkapnya.
Polisi juga mengungkap temuan dari ponsel korban. Berdasarkan riwayat pencarian, korban diketahui sempat mencari informasi terkait cara mengakhiri hidup, termasuk teknik simpul tali dan jeratan.
“Ini menjadi bagian dari pendalaman kami yang disandingkan dengan bukti lain,” pungkasnya.


















