TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

RS Unair Terima Disinfektan Permanen Buatan ITS

diaplikasikan di sejumlah tempat yang sering disentuh orang

Tim CoFilm ITS saat mengaplikasikan ke tempat duduk ruang tunggu RSUA, Jumat (4/3/2022). (IDN Times/Khusnul Hasana)

Surabaya, IDN Times - Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) menerima inovasi disinfektan permanen Insitute Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Jumat (4/3/2022). Racikan dosen dan mahasiswa ITS yang diberi nama CoFilm Antivirus ini, bisa disebut juga disinfektan permanen yang bisa digunakan untuk bahan pelapis gagang pintu, kursi tempat lain yang sering disentuh orang.

Baca Juga: ITS Bikin UKM Pengolah Limbah Ikan Jadi Gelatin

1. Seluruh tempat dilakukan coating

Tim CoFilm ITS saat mengaplikasikan ke tempat duduk ruang tunggu RSUA, Jumat (4/3/2022). (IDN Times/Khusnul Hasana)

Ketua CoFilm Indonesia, Royyan Wafi Pujianto mengatakan bahwa CoFilm ini ia serahkan kepada RSUA karena dirasa Rumah Sakit adalah tempat penularan virus dan bakteri. Pelapisan ini menggunakan teknik coating.

CoFilm tersebut diaplikasikan di sejumlah tempat seperti ganggang pintu, tempat duduk pasien dan keluarga serta tempat lain yang mudah disentuh.

"IGD dan ICU sudah di-coating semua. Kita merambah, nantinya kita merambah ke RS lain se-Surubaya," ujarnya.

Pengaplikasikan CoFilm ini sendiri adalah dengan mengoleskan cairan CoFilm ke Aluminium maupun bahan lainnya yang biasanya disentuh orang. Ketika dioleskan ke benda-benda maka cairan tersebut akan mengeras.

"Bentuknya cair, setelah di coating dia mengeras sendiri, sehingga bisa melindungi lebih lama. Kalau disinfektan biasa dia menguap tapi ini lama," urainya

2. CoFilm mengandung nano copper

CoFilm Antivirus buatan tim riset ITS. IDN Times/Khusnul Hasana.

Menurut Royyan, CoFilm buatannya itu mengandung zat aktif berupa nano copper atau nano tembaga. Ketika ada virus atau bakteri yang menempel pada CoFilm, maka nano copper akan mengeluarkan ion.

"Ion tersebut kemudian membunuh virus dan bakteri, DNA dan genetiknya. Sehingga ia tidak bisa mendeteksi (inangnya) maupun berkembang biak lagi," ujarnya.

Royyan menjelaskan bahwa dalam 10 persen virus mati hanya dalam 10 menit sajam. Kemudian dalam waktu satu jam virus akan mati 99 persen.

Ia memiliki 2 warna CoFilm yakni, kuning dan bening. Kata Royyan, warna bening memiliki efektivitas 150 persen membunuh kuman.

"Kalau yang bening efektif tapi tidam seefektif bening, cuma kalau aestetik, lebih aestetik bening," tuturnya.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Bikin Aplikasi Buat Pasien Gagal Ginjal

Berita Terkini Lainnya