Comscore Tracker

Mahasiswa ITS Bikin Aplikasi Buat Pasien Gagal Ginjal

Pengganti buku catatan dialisis pasien lebih sistematis

Surabaya, IDN Times - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat aplikasi untuk pasien Gagal Ginjal Kronis (GGK). Aplikasi itu bernama SahabatCAPD yakni berguna membantu pasien GGK mendeteksi dini risiko komplikasi serta meningkatkan self-monitoring pasien.

Ketua tim, Fiqey Indriati Eka Sari mengatakan, pemerintah telah menetapkan solusi untuk pemerataan treatment stadium akhir GGK, yakni melalui terapi Peritoneal Dialysis, khususnya metode CAPD. Prinsip kerja CAPD adalah dengan menyalurkan cairan dialisat steril ke rongga peritoneum melalui kateter permanen sebagai pengganti fungsi ginjal.

Hal ini dilakukan secara rutin oleh pasien sebanyak tiga hingga lima kali dalam sehari. “Karenanya, pasien dituntut memiliki disiplin dan self-monitoring yang tinggi,” ujarnya.

Namun dalam praktiknya, penelitian di tahun 2016 dan 2020 menunjukkan tingkat kelalaian pasien mencapai 74 persen. Pasien mengaku sulit mengenali gejala komplikasi yang berdampak keterlambatan penanganan.

“Kondisi terkini, pasien juga kurang mem-follow up data penggantian cairan, sehingga tenaga medis kesulitan untuk mendiagnosis komplikasi lebih dini," katanya.

1. Kaji puluhan jurnal, gagas SahabatCAPD

Mahasiswa ITS Bikin Aplikasi Buat Pasien Gagal GinjalMahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat aplikasi untuk pasien Gagal Ginjal Kronis (GGK). dok. Humas ITS.

Setelah mengkaji puluhan jurnal mengenai Peritoneal Dialysis, Fiqey dan tim menemukan bahwa perubahan warna cairan buangan pasien CAPD dapat digunakan sebagai salah satu indikator awal untuk diagnosa komplikasi. Hal ini juga ditunjukkan berdasarkan tingkat kekeruhan cairan buangan pasien.

“Oleh karena itu, kami mengusung judul penelitian Mobile Virtual Assistant Pendeteksi Dini Risiko Komplikasi Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis pada Penyandang Gagal Ginjal Kronis Berbasis Machine Learning, yang juga kami sebut sebagai SahabatCAPD,” tutur mahasiswi Departemen Teknik Informatika ini.

Baca Juga: Siswa Berprestasi hingga Influencer Bisa Dapat Golden Ticket Masuk ITS

2. Tiga konsep yang diusung sangat fungsional

Mahasiswa ITS Bikin Aplikasi Buat Pasien Gagal GinjalMahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat aplikasi untuk pasien Gagal Ginjal Kronis (GGK). dok. Humas ITS.

Aplikasi SahabatCAPD memiliki tiga konsep. Pertama, logbook sebagai pengganti buku catatan dialisis pada pasien yang lebih efektif dan sistematis dalam memberikan follow up data ke tenaga medis. Kedua, chatbot sebagai sistem virtual assistant ketika pasien membutuhkan edukasi mengenai CAPD. Ketiga, model deteksi dini komplikasi berbasis machine learning.

Aplikasi SahabatCAPD memungkinkan pasien terhubung dengan tenaga medis, sehingga follow up data penggantian cairan akan lebih mudah dimonitoring. Hal ini ditujukan untuk memudahkan tenaga medis mencegah komplikasi sedini mungkin.

"Yang mulanya pasien harus membawa buku catatan ke rumah sakit, sekarang monitoring dapat ditinjau langsung dari jauh,” paparnya.

3. Punya akurasi pengawasan 94,7 persen

Mahasiswa ITS Bikin Aplikasi Buat Pasien Gagal GinjalMahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat aplikasi untuk pasien Gagal Ginjal Kronis (GGK). dok. Humas ITS.

Secara akurasi kesesuaian solusi image processing terhadap indikasi dan komplikasi, model memiliki akurasi mencapai 94,7 persen. Selain itu, SahabatCAPD juga telah diujikan kepada lima pasien GGK sesuai dengan standar System Usability Scale (SUS) dan mendapat skor 80.

“Selama tujuh hari penggunaan aplikasi, pasien secara rutin meng-update data penggantian cairan dengan lancar,” ungkapnya.

Menurut Fiqey, timnya juga menguji aplikasi berdasarkan salah satu standar medis yang ada, yaitu uji laboratorium dari Nilai Cells Count Leukosit. “Hasilnya, perbandingan antara diagnosis hasil aplikasi dan uji lab memiliki kecocokan yang sesuai,” ucapnya.

Aplikasi SahabatCAPD ini memiliki potensi hak cipta dan pengembangan yakni terintegrasi dengan website rumah sakit sebagai bentuk real time sistem monitoring. “Alhamdulillah SahabatCAPD telah mendapat HaKI, Oktober lalu dan untuk website saat ini sedang kami kembangkan,” pungkasnya.

Baca Juga: ITS Bikin UKM Pengolah Limbah Ikan Jadi Gelatin

Topic:

  • Zumrotul Abidin

Berita Terkini Lainnya