TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Wabah PMK Meluas Bikin Daging Sapi Langka

Pemprov buka posko aduan

ilustrasi daging kambing (pixabay.com/imissyou)

Surabaya, IDN Times - Meluasnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) berdampak pada stok daging sapi di Jawa Timur (Jatim). Meski harga daging sapi di pasaran belum mengalami kenaikan signifikan, namun ketersediaannya mulai langka.

1. Daging sapi mulai langka, banyak pasar hewan tradisional ditutup

Ilustrasi daging sapi (vecteezy.com)

Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jatim, Muthowif mengakui bahwa daging sapi di Jatim mulai langka. Ia tidak menampik kalau kelangkaan ini disebabkan wabah PMK. Bahkan, banyak pasar hewan atau pasar sapi tradisional yang tutup untuk sementara waktu.

"Iya (mulai langka)," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Selasa (17/5/2022). "Karena banyak pasar sapi tradisional yang ditutup," dia menambahkan.

Baca Juga: Wabah PMK Belum Pergi, Peternak dan Penjual Daging Sapi Merugi

2. Kelangkaan hampir di semua sentra sapi di Jatim, PMK meluas di Lamongan, Gresik, Mojokerto, Sidoarjo, Malang dan Jombang

Ilustrasi sapi. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Kelangkaan daging sapi ini, kata Muthowif, terjadi di sentra-sentra sapi di Jatim. "Hampir semua sentra sapi di jatim, seperti Probolinggo, Lumajan, Malang, Gresik dan Madura," kata dia. Namun, ia tidak membeberkan secara rinci mengenai wabah PMK meluas di kabupaten/ kota tersebut atau belum.

Berdasar informasi yang dihimpun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim merebak di Lamongan, Gresik, Mojokerto dan Sidoarjo. Baru-baru ini Dinas Peternakan dan Kesehatan Malang menyebut ada ratusan sapi suspek PMK. Kemudian data Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) mencatat sudah ada temuan sapi terjangkit PMK di Jombang.

Sementara Dinas Peternakan (Disnak) Jatim enggan memberikan tanggapan terkait wabah PMK. Saling lempar pun terjadi. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnak Jatim, Iswahyudi melemparkan kewenangan ke Kepala Disnak Jatim, Indyah Aryani. Tapi, ketika dihubungi beberapa kali, Indi--sapaan karibnya- tak mau merespons.

Baca Juga: Mewabah, Puluhan Sapi di Magetan Positif PMK

Berita Terkini Lainnya