Blitar, IDN Times — Putra Sang Fajar Football Club (PSF FC) resmi diperkenalkan kepada publik melalui peluncuran klub, skuad, dan jersey di Blitar, Kamis (5/11/2026). Hadir membawa semangat Bung Karno, klub ini tidak hanya menargetkan prestasi di Liga 3, tetapi juga berkomitmen membangun pembinaan sepak bola, mencetak generasi muda berkarakter, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Direktur PSF FC, Ronny Talapessy, menjelaskan, kehadiran PSF FC menjadi bagian dari kesinambungan semangat yang sebelumnya dibangun melalui penyelenggaraan Soekarno Cup, turnamen sepak bola usia muda antar-provinsi se-Indonesia yang telah rutin digelar sejak 2023. Soekarno Cup telah memasuki penyelenggaraan ketiga, dengan ajang terbaru pada Agustus 2026 di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan.
”Soekarno Cup telah menjadi ruang bagi talenta muda sepak bola di berbagai pelosok Tanah Air untuk memperoleh kesempatan berkembang. Kini, sejumlah pemain potensial yang lahir dari ajang tersebut mendapatkan kesempatan untuk menuju level sepak bola yang lebih tinggi bersama PSF FC mengarungi Liga 3,” ujar Ronny.
Dalam membangun kekuatan tim yang kompetitif, PSF FC menggabungkan talenta-talenta muda, termasuk pemain yang berasal dari Soekarno Cup, dengan sejumlah pemain senior yang memiliki pengalaman bertanding. “Komposisi tersebut diharapkan menciptakan keseimbangan antara energi pemain muda dan kematangan pemain senior. Harapannya, seluruh pemain bisa saling melengkapi dan berkembang bersama sebagai satu keluarga besar PSF FC," ujar Ronny.
Klub ini dilatih oleh Agus Sugeng Riyanto sebagai pelatih kepala, dengan asisten pelatih Anang Maruf dan Arif Eko Prasetiyo.
Ronny menjelaskan, nama Putra Sang Fajar diambil dari julukan Bung Karno, Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia. Pemilihan nama menjadi representasi nilai-nilai perjuangan yang ingin diwariskan melalui sepak bola, yaitu semangat gotong royong, persatuan, dan pembentukan karakter generasi muda.
Adapun Blitar menjadi homebase, lanjut Ronny, karena kota ini memiliki ikatan historis yang kuat dengan Bung Karno. ”Karena itu, kehadiran PSF FC di kota ini membawa makna tersendiri, yakni menjadikan sepak bola sebagai salah satu medium untuk meneruskan semangat perjuangan Bung Karno yang dilandaskan pada nilai semangat, disiplin, dan perjuangan,” ujar Ronny.
Salah satu elemen penting dalam peluncuran ini adalah diperkenalkannya anthem resmi PSF FC. Salah satu bagian liriknya adalah “dengan keberanian di setiap langkah, bersatu teguh dalam perjuangan”.
“Anthem tersebut menjadi identitas musikal klub sekaligus simbol kebanggaan, solidaritas, dan ikatan emosional antara klub, pemain, suporter, serta masyarakat,” ujar Ronny.
Manajer PSF FC, Aprizaldi, menambahkan, komitmen PSF FC tidak berhenti pada aktivitas kompetisi dan pencapaian prestasi. Dalam rangkaian peluncuran, PSF juga menghadirkan sejumlah kegiatan sosial yang menyasar pengembangan sepak bola usia dini dan kepedulian terhadap lingkungan.
”Kami bergotong royong menggelar pertandingan persahabatan amal atau charity game untuk korban kebakaran hutan dan lahan, coaching clinic 350 siswa sekolah sepak bola/SSB U-12, penyerahan 175 bola untuk 36 SSB se-Blitar Raya, serta penyerahan bibit pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Aprizaldi.
Dia memaparkan, rangkaian peluncuran klub menjadi bagian dari upaya PSF FC untuk tumbuh bersama masyarakat dan ikut memperkuat ekosistem sepak bola di daerah. PSF ingin memiliki hubungan yang dekat dengan masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda yang menjadikan sepak bola sebagai ruang untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita.
"Sepak bola memiliki kekuatan untuk membangun karakter dan menyatukan masyarakat. Karena itu, kehadiran PSF FC harus memberikan manfaat yang lebih luas. Penyerahan ratusan bola untuk SSB di Blitar Raya dan kegiatan coaching clinic merupakan bentuk dukungan kami agar semakin banyak anak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan bakatnya," ungkap Aprizaldi.
”Ke depan, berbagai kegiatan positif untuk masyarakat dan lingkungan akan rutin digelar PSF FC, mulai coaching clinic, perluasan penanaman pohon, beasiswa untuk siswa SSB, dan sebagainya,” imbuhnya.
Bagi PSF FC, lanjut Aprizaldi, semangat Bung Karno menjadi nilai yang dapat terus dihidupkan melalui karya nyata di dunia olahraga. ”Dengan fondasi pembinaan, perpaduan pemain muda dan senior, identitas klub yang kuat, serta komitmen sosial kepada masyarakat, kami mohon izin dan mohon doa restu kepada seluruh masyarakat, Putra Sang Fajar FC memulai perjalanannya dengan niat baik ikut memajukan ekosistem sepak bola daerah,” pungkasnya.