Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Persebaya Krisis Pemain Jelang Lawan Madura United
Aksi pemain Persebaya, Fransisco Rivera saat duel lawan pemain Persita. Instagram @officialpersebaya.
  • Persebaya Surabaya menghadapi krisis pemain jelang laga melawan Madura United karena banyak pemain cedera dan sakit, membuat persiapan tim tidak berjalan mulus.
  • Pelatih Bernardo Tavares fokus memaksimalkan kondisi pemain yang baru pulih meski sebagian besar belum mencapai kebugaran penuh untuk tampil optimal di pertandingan penting tersebut.
  • Keterbatasan skuad memaksa Tavares menyusun strategi darurat agar tim tetap kompetitif, sambil berharap respons cepat dari para pemain setelah kekalahan 0-3 dari Persija.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Persebaya Surabaya dihadapkan pada ujian berat jelang duel panas Suramadu kontra Madura United. Pelatih Bernardo Tavares harus memutar otak di tengah krisis pemain akibat cedera yang belum sepenuhnya pulih.

Laga yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (17/4/2026), menjadi momentum kebangkitan setelah kekalahan telak 0-3 dari Persija. Namun, kondisi skuad yang belum ideal membuat persiapan Bajul Ijo jauh dari kata mulus. “Kami sekarang sudah persiapan, tapi banyak pemain yang absen karena cedera atau sakit,” ujar Tavares, Rabu (15/4/2026).

Tavares menegaskan fokus utama tim saat ini adalah memaksimalkan kondisi pemain yang baru pulih. Ia mengakui belum semua pemain berada dalam kondisi fisik terbaik, bahkan sebagian masih jauh dari kebugaran penuh.

“Kalau tidak ada kabar baik dari tim dokter, ya kami hanya punya pemain yang ada sekarang,” tegasnya.

Situasi ini bukan tanpa dampak. Pada laga sebelumnya melawan Persija, Persebaya terpaksa menurunkan sejumlah pemain yang belum sepenuhnya fit. Alhasil, permainan tim terlihat jauh dari skema ideal yang diinginkan pelatih.

Salah satu contoh adalah Bruno Paraiba yang dimainkan meski baru pulih dari cedera, sehingga belum mampu tampil maksimal. Bahkan, pemain yang masuk di babak kedua mayoritas merupakan mereka yang juga baru kembali dari masa pemulihan.

Kondisi ini membuat Tavares harus menyusun strategi darurat demi menjaga daya saing tim. Meski dihantam keterbatasan, ia tetap menargetkan respons cepat dari anak asuhnya.

Editorial Team