Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pelatih Malut Sebut Yakob Sayuri Dapat Ujaran Rasis saat Hadapi Arema
Pemain Malut United, Yakob Sayuri saat menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan. (Dok. Media Officer Malut United)
  • Laga Arema FC vs Malut United di Stadion Kanjuruhan berakhir 1-1 dan sempat terhenti karena Yakob Sayuri diduga mendapat ujaran rasis dari arah tribun penonton.
  • Pelatih Malut United, Hendri Susilo, membenarkan Yakob menerima ucapan rasis yang membuatnya emosional, sementara Pelatih Arema FC, Marcos Santos, meminta maaf meski tidak menyaksikan langsung kejadian tersebut.
  • Hasil imbang membuat posisi Arema FC di peringkat 11 Super League 2025/2026 terancam digusur Persik Kediri, sedangkan Malut United tetap aman di posisi empat klasemen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Malang, IDN Times - Laga antara Arema FC menghadapi Malut United pada Jumat (3/4/2026) di Stadion Kanjuruhan berjalan panas meskipun laga berakhir imbang dengan skor 1-1. Laga ini sempat terhenti di menit 35 saat Yakob Sayuri terlihat emosional di depan bench pemain Arema FC dan menunjuk tribun utara Stadion Kanjuruhan. Ada dugaan ia mendapat ujaran rasis dari arah tribun tersebut.

1. Pelatih Malut United menyebutkan jika ada penonton yang melakukan aksi rasisme

Pelatih Malut United, Hendri Susilo. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Pelatih Malut United, Hendri Susilo membenarkan jika anak asuhannya ini mendapat ucapan rasisme saat laga tersebut dari aras tribun penonton. Menurutnya tindakan ini sempat membuat Yakob emosional sehingga pertandingan terhenti beberapa menit.

"Dia bilang ke saya katanya diteriakin rasis. Saya diteriakin monyet dia bilang gitu, sempat itu dia bilang ke saya. Tapi saya pikir di awalnya wasit juga sudah antisipasi sebetulnya. Karena dia mungkin sedikit ada luapan emosi atau gimana gitu," terangnya usai laga.

2. Pelatih Arema FC telah meminta maaf pada Yakob Sayuri dan Hendri Susilo

Pelatih Arema FC, Marcos Santos. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Sementara itu, Pelatih Arema FC, Marcos Santos mengaku jika ia tidak melihat atau mendengar secara langsung kejadian ini. Meskipun demikian, ia mengaku telah menyampaikan permintaan maaf pada Yakob dan Hendri usai pertandingan.

"Hal seperti itu tidak boleh karena kita semua sama, putih atau hitam sama saja. Saya tidak mau hal itu (rasisme) terjadi. Aremania tidak mungkin melakukan itu karena mereka selalu baik di setiap pertandingan," tegasnya.

3. Gagal menang, Arema FC terancam digusur Persik Kediri

Laga antara Arema FC Vs Malut United di Stadion Kanjuruhan. (Dok. Media Officer Arema FC)

Usai hasil imbang ini, posisi Arema FC di papan klasemen Super League 2025/2026 menjadi semakin tidak aman. Mereka kini berads di peringkat 11 mengoleksi 32 poin dari 25 pertandingan. Poin ini bisa saja disamakan oleh Persik Kediri yang ada di peringkat 12, pasalnya Macan Putih masih menyimpan 1 pertandingan yang baru akan digelar pada Senin (6/4/2026) menghadapi Persijap Jepara di kandang.

Sementara Malut United masih kokoh di peringkat 4 dengan koleksi 46 poin dari 26 pertandingan. Mereka unggul 5 poin dari Persita Tangerang yang berada di peringkat 5.

Editorial Team