Kemenangan Arema Buyar karena Penalti Kontroversial

- Arema FC gagal menang atas Malut United dengan skor 1-1 di Stadion Kanjuruhan setelah penalti kontroversial David Da Silva menyamakan kedudukan.
- Pelatih Marcos Santos menilai keputusan wasit memberi penalti dan kartu merah tidak tepat, namun tetap mengapresiasi semangat pemain yang tampil tanpa enam pilar utama.
- Dengan banyak pemain absen, Arema FC memilih strategi bertahan dan bersyukur bisa meraih satu poin meski bermain di kandang sendiri.
Malang, IDN Times - Arema FC memperpanjang rekor tanpa kemenangan menjadi 4 laga usai gagal memang dari Malut United di Stadion Kanjuruhan pada Jumat (3/4/2026) dengan skor 1-1. Arema FC sejatinya unggul lebih dulu di menit 26 lewat gol bunuh diri Nilson Junior, tapi skor disamakan lewat eksekusi penalti David Da Silva di menit 42.
1. Pelatih Arema FC sebut Malut United harusnya tak mendapatkan penalti

Pelatih Arema FC, Marcos Santos mengaku kecewa dengan hasil ini, pasalnya seharusnya Singo Edan bisa mengamankan 3 poin dari Malut United. Ia menyesalkan penalti yang diberikan wasit Naufal Adya Fairuski kepada Malut United di menit 41. Pada saat itu, Johan Ahmad Farisi disebut melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti usai dilakukan Check VAR.
"Menurut saya itu harusnya bukan penalti, dan kartu merah juga seharusnya tidak ada. Tapi kita manusia, semua bisa salah. Pemain bisa salah, wasit bisa salah, coach juga bisa salah ganti pemain. Mungkin wasit kasih penalti karena sebelum gol (Arema) ada kejadian pemain saling dorong tapi tidak dianggap," terangnya usai pertandingan.
Meskipun demikian, Marcos mengaku bangga dengan lara pemainnya yang terus melakukan perlawanan meskipun menghadapi Malut United yang saat ini bertengger di peringkat 4 klasemen Super League 2025/2026. Apalagi Arema FC harus kehilangan 6 pemain intinya, sehingga hasil imbang menurutnya harus disyukuri.
2. Hadapi Malut United di kandang, Arema FC justru bertahan

Dalam laga tersebut, Arema FC memang tidak bisa memainkan 2 striker asingnya, Dalberto Luan Bello dan Joel Vinicius, karena akumulasi kartu. Namun, Marcos justru mendorong Gustavo Franca yang merupakan gelandang serang ketimbang memainkan Dedik Setiawan yang merupakan striker murni. Marcos mengungkapkan ia lebih memilih Franca karena faktor strategi, menurutnya Franca lebih bisa bekerjasama dengan Gabriel Silva saat di sesi latihan.
Marcos juga mengakui di laga ini ia bermain lebih bertahan, pasalnya ia sadar Malut United memilih lini serang yang sangat tajam. "Selain itu, karena banyak pemain yang tidak bisa main. Jadi kita minta tim untuk tahan dulu dan mencoba transisi di babak kedua," jelasnya.
3. Anwar Rifa'i bersyukur bisa mendapatkan poin

Sementara itu, Bek Arema FC, Anwar Rifa'i mengatakan jika ini adalah laga yang sulit, pasalnya Malut United tampil dengan kekuatan penuh sementara mereka kehilangan separuh pemain intinya. Meskipun demikian, ia bersyukur masih bisa mengamankan 1 poin di kandang.
"Kita bersyukur masih bisa dapatkan 1 poin, walaupun bukan hasil yang maksimal dan bukan yang kita inginkan. Mengingat beberapa pemain yang absen, ditambah kita melawan pemain-pemain yang berkualitas. Alhamdulillah, kita masih bisa menahan mereka, walaupun bukan hasil yang kita inginkan," pungkasnya.
















