Malang, IDN Times - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Pos Malang hari ini sangat sibuk mendampingi para korban salah tangkap oleh jajaran Polresta Malang Kota. Sebab, dari total 107 orang yang ditangkap, setidaknya ada 87 orang tidak terlibat dalam aksi demo Arek Malang Bersikap yang berakhir ricuh pada Minggu (29/1/2023) di Kantor Arema FC Jalan Mayjend Panjaitan Nomor 42, Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
"Yang membuat kami kaget, ternyata ada salah satu sopir perusahaan rokok yang tidak terlibat sama sekali dalam aksi tersebut tapi ikut diamankan," terang Kepala Kantor YLBH Pos Malang, Daniel Siagian saat dikonfirmasi pada Senin (30/01/2023) di Mapolresta Malang Kota.
Ke-107 orang ini menurut Daniel diamankan dari beberapa lokasi seperti Indomaret Jalan Mayjen Panjaitan, SPBU Jalan Bandung, Stadion Gajayana, DPRD Kota Malang, Taman Makam Pahlawan Jalan Veteran, sampai Jalan Ijen. Tapi sebagian besar yang ditangkap sebenarnya tidak terlibat dalam aksi di depan Kantor Arema FC.
"Menurut pengakuan, orang-orang yang diamankan adalah orang-orang berbaju hitam kemudian agak sedikit basah. Itupun penangkapan dilakukan secara random atau acak, jadi kami menduga ada indikasi korban salah tangkap," bebernya.
Pria berkacamata ini memastikan jika penangkapan dilakukan secara acak. Ia mengatakan kalau penangkapan hanya dengan dasar mereka menggunakan pakaian warna hitam tanpa melakukan pengecekan lebih dalam.
"Mereka tidak diidentifikasi apakah mengikuti aksi atau tidak. Bahkan ada salah satu korban salah tangkap itu juga dia ternyata tidak terlibat, hanya nongkrong di warung makan bakso, jadi saya pikir ini secara acak pengamanannya," ujarnya.
