Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Whisnu: Dana Stimulan Kampung Tangguh Rp10 Juta Harus Dimaksimalkan
Wawali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana saat mengunjungi Kampung Tangguh. Dok Istimewa

Surabaya, IDN Times - Wakil Ketua I Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana meminta agar dana stimulan Kampung Tangguh digunakan semaksimal mungkin. Harapannya dengan dana tersebut, Satgas Kampung Tangguh bisa bekerja sama memperbaiki kondisi masyarakat di tengah pandemik COVID-19.

1. Dana stimulan Kampung Tangguh harus dimaksimalkan

Wawali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana saat mengunjungi Kampung Tangguh. Dok Istimewa

Whisnu melakukan peninjauan di beberapa Kampung Tangguh seperti wilayah Bubutan DKA I, Kelurahan Bubutan dan Kampung BRT-03 di wilayah Dukuh Kupang, Kelurahan Putat Jaya. Di sana ia berpesan agar dana stimulan sebesar Rp10 juta dimanfaatkan untuk berbagai keperluan Kampung Tangguh seperti memproduksi desinfektan, pembuatan dapur umum, maupun menggerakkan kembali roda ekonomi bagi masyarakat terdampak.

"Terutama untuk Kampung-kampung Tangguh yang berhasil menekan jumlah penderita di lingkungannya secara swadaya. Ini yang juga kami bantu agar lebih maksimal," ujar Whisnu melalui pernyataan tertulisnya, Sabtu (11/7/2020).

2. Akan sering meninjau Kampung Tangguh

Wawali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana saat mengunjungi Kampung Tangguh. Dok Istimewa

Whisnu mengatakan ia akan sering berkunjung ke Kampung-kampung Tangguh untuk meninjau langsung bagaimana jalannya salah satu program penanganan COVID-19 tersebut. Ia memastikan akan tetap menegakkan protokol kesehatan selama kunjungan tersebut. Pasalnya ia sempat panik beberapa waktu lalu usai mengunjungi warga yang ternyata positif COVID-19.

"Sekalian memonitor bagaimana upaya yang sudah dilakukan Satgas Kampung Tangguh. Terutama apa yang menjadi kendala di bawah," tuturnya.

3. Berharap ekonomi warga dibangkitkan kembali

Wawali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana saat mengunjungi Kampung Tangguh. Dok Istimewa

Ia juga meminta agar warga bisa bergotong royong membangkitkan perekonomian. Seperti di wilayah kampung Dukuh Kupang. Warga melalui Ketua RT mempunyai ide untuk menggunakan sebagian lahan depan kampung kembali berjualan. Rata-rata warga perkampungan tersebut berjualan makanan. Namun, sejak pembatasan sosial bersakala besar (PSBB) diberlakukan hingga dua kali pendapatan mereka nyaris terhenti.

’’Ide Ketua RT ini bisa kembali menggerakkan roda ekonomi warga. Tinggal nantinya dana stimulan ini bisa benar-benar digunakan optimal dan transparan,’’ tutupnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article